Bolehkah Minum Air Putih Saat Makan? Dokter Ungkap Dampaknya pada Pencernaan
Ilustrasi makan.(Dok. Freepik/Freepik)
11:18
28 April 2026

Bolehkah Minum Air Putih Saat Makan? Dokter Ungkap Dampaknya pada Pencernaan

- Kebiasaan meneguk air putih di sela-sela kunyahan makanan terasa sangat wajar, tetapi banyak mitos beredar luas terkait hal ini.

Sebagian meyakini hal tersebut membantu perut terasa penuh lebih cepat, sedangkan yang lain melarangnya, karena khawatir merusak kelancaran sistem pencernaan secara keseluruhan.

Perbedaan pendapat ini sering kali menimbulkan kebingungan dalam menentukan langkah terbaik bagi kesehatan tubuh. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada saluran pencernaan saat kamu minum bersamaan dengan waktu makan?

Baca juga: Apakah Sering Minum Air Es Ganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Dokter

"Jika kamu hanya menyeruput air saat makan, tidak akan ada peningkatan atau penurunan pencernaan secara pasti," ungkap dr. Arshpreet Saraan, MD, melansir Real Simple, Senin (27/4/2026).

Ketika kamu menelan makanan, tubuh akan memprosesnya. Makanan akan turun ke kerongkongan dan berakhir di perut.

Di sana, ada enzim pencernaan yang membantu pemrosesan makanan di dalam tubuh. Menurut dr. Saraan, air hanya membantu makanan melalui seluruh tahapan tersebut.

Pengaruh cairan terhadap pencernaan

Pemenuhan cairan harian sangat penting bagi kesejahteraan tubuh secara menyeluruh. Bahkan, para ahli menyarankan konsumsi air hingga dua liter atau setara dengan delapan gelas per hari.

Pertanyaan utamanya adalah, apakah kebiasaan ini berperan dalam cara tubuh memproses makanan yang masuk?

Dokter Saraan mengatakan, selama kamu tidak menenggak air dalam jumlah yang berlebihan atau bergalon-galon, minum air putih dengna santai saat menyantap makanan justru memberikan dampak positif. Cairan yang masuk akan mendukung kelancaran proses pelumatan makanan di dalam tubuh.

Membantu kelancaran saluran cerna

Memilih untuk tidak minum saat makan memang tidak akan membahayakan tubuhmu. Meski begitu, menyediakan segelas air di dekat meja makan jauh lebih disarankan untuk menjaga kelancaran sistem di dalam perut.

Baca juga: 5 Tanda Terlalu Banyak Minum Air dan Dampaknya bagi Kesehatan

"Saya selalu suka menganggap saluran pencernaan sebagai sungai, dan jika tidak ada cukup makanan dan tidak ada cukup air, maka tidak ada yang benar-benar bergerak," ujar ahli gizi Mackenzie Blair, RD, CIEC.

Lebih lanjut, dr. Saraan kerap menemui pasien yang khawatir kebiasaan minum saat makan akan mengencerkan enzim pencernaan atau bahkan memperlambat kinerjanya. Ia menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut sama sekali tidak berdasar.

"Air benar-benar tidak akan melakukan semua itu. Air seharusnya hanya melembutkan makanan yang sedang kamu makan dan membantu mendorongnya melalui saluran pencernaan," tegas dr. Saraan.

Memberikan sinyal kenyang

Banyak orang sengaja meminum segelas air sebelum menyantap hidangan karena percaya trik tersebut ampuh mencegah makan berlebihan.

Menurut kedua pakar kesehatan tersebut, pandangan ini memang memiliki dasar kebenaran yang bisa dibuktikan secara medis.

Blair menuturkan bahwa mengonsumsi cairan bersamaan dengan makanan membawa pengaruh signifikan terhadap tubuh.

"Hal itu dapat memengaruhi isyarat rasa kenyang dan membantumu menyadari rasa kenyang pada tingkat yang wajar," kata dia.

Kelompok yang harus menghindari makan sambil minum

Meskipun membawa banyak manfaat, ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang menghindari minum di sela-sela kunyahan.

Bagi individu yang menderita gangguan gastrointestinal atau masalah pencernaan seperti penyakit refluks gastroesofageal alias GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kebiasaan ini sangat tidak dianjurkan.

Dokter Saraan mengungkapkan, menggabungkan cairan dengan makanan mampu memicu tekanan tambahan pada bagian perut, sehingga memperparah gejala yang muncul.

"Kamu hanya meningkatkan tekanan di dalam perut, sehingga gejala refluksmu bisa memburuk," kata dia.

Selain itu, siapa pun yang baru saja menjalani operasi lambung harus sangat berhati-hati. Blair mengingatkan bahwa minum saat makan membuat lambung terasa penuh jauh lebih cepat.

Hal ini berisiko mengganggu pemenuhan kebutuhan gizi harian yang seharusnya didapatkan dari makanan.

Baca juga: Tren Minum Air Hangat Pagi Hari Viral di TikTok, Benarkah Baik untuk Pencernaan?

"Itu dapat menyebabkan rasa kenyang terlalu dini, dan itu dapat berdampak negatif pada seberapa banyak kamu bisa makan," ujar Blair.

Dalam situasi ini, minum sebelum atau sesudah makan menjadi pilihan yang jauh lebih aman.

Terakhir, hindari menenggak air dalam jumlah banyak saat makan, hanya karena kamu lupa minum sepanjang hari.

Blair menyarankan untuk membagi jadwal minum secara merata. Ini sangat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa harus merasa kembung saat menyantap hidangan.

"Banyaklah minum cairan saat makan, tetapi minumlah juga sepanjang hari agar kamu tidak merasa seperti sedang menenggak air," tutur dia.

Tag:  #bolehkah #minum #putih #saat #makan #dokter #ungkap #dampaknya #pada #pencernaan

KOMENTAR