Ekonomi RI Kuartal I 2026, Bocoran BI: Masih Tumbuh di Atas 5 Persen
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat acara Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU )
21:40
13 April 2026

Ekonomi RI Kuartal I 2026, Bocoran BI: Masih Tumbuh di Atas 5 Persen

- Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2026 masih di atas 5 persen di tengah ketidakpastian global.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, bank sentral memperkirakan ekonomi nasional akan tumbuh di kisaran 5,2 persen pada Kuartal pertama tahun ini.

Kendati demikian, proyeksi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen.

"Kuartal I 2026 ini diperkirakan ekonomi kita masih tumbuh di atas 5 persenan. Kami juga memperkirakan di atas itu 5,2 persen," ujarnya saat Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: ADB: Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026 di Tengah Tekanan Global

Destry mengungkapkan, ketahanan ekonomi dalam negeri masih cukup kuat dan menjadi penopang utama di tengah tekanan eksternal.

Namun dampak perang Timur Tengah masih perlu diantisipasi dengan sinergi kebijakan pemerintah dan BI.

Dia membeberkan kekuatan ekonomi domestik berasal dari sejumlah indikator, yakni dari sisi konsumsi rumah tangga maupun produksi.

Dari sisi konsumsi, BI mencatat adanya peningkatan pada Indeks Penghasilan Saat Ini masyarakat (IPSI), khususnya pada kelompok berpendapatan menengah ke atas.

BI mencatat IPSI Maret 2026 meningkat menjadi sebesar 129,2 dari bulan sebelumnya sebesar 125.

Bahkan lebih tinggi dari Maret 2025 yang hanya sebesar 121,5.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat meningkat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi sebesar 135,9 pada kelompok di atas Rp 5 juta.

Namun demikian, Destry mengingatkan bahwa kelompok berpendapatan rendah masih menjadi perhatian utama karena lebih rentan terhadap tekanan ekonomi.

"Kita masih bersyukur punya domestik ekonomi yang cukup kuat, cukup strong. Dan juga kalau kita lihat di sini indeks penghasilan saat ini, saya cuma pake dua indikator," ucapnya.

Sementara itu dari sisi produksi, indikator output Purchasing Managers’ Index (PMI) juga diperkirakan akan meningkat.

Hal ini menjadi sinyal bahwa produksi di masa mendatang berpotensi naik, seiring dengan membaiknya ekspektasi dunia usaha.

Namun demikian, dia tidak menampik bahwa PMI sempat melemah.

Untuk diketahui, S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 50,1.

"Belakangan (PMI) ini agak menurun kemarin karena ada Iran itu menyebabkan ada yang ketakutan. Tapi sebenarnya mereka momentumnya itu masih bagus," kata dia.

Menurutnya, kombinasi antara konsumsi domestik yang tetap terjaga dan kinerja sektor produksi yang membaik menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid pada awal 2026.

"Ini yang tentu perlu kita jaga. Bagaimana sinergi kebijakan, bukan hanya fiskal dan moneter, tapi kebijakan dengan sektor riil, ini yang sekarang jalan," tuturnya.

Baca juga: OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8 Persen

Tag:  #ekonomi #kuartal #2026 #bocoran #masih #tumbuh #atas #persen

KOMENTAR