5 Desa Wisata Tertinggi di Indonesia dengan Lanskap Pemandangan Indah
Telaga Cebong di Desa Sembungan, Wonosobo.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
14:21
19 Mei 2026

5 Desa Wisata Tertinggi di Indonesia dengan Lanskap Pemandangan Indah

KOMPAS.COM - Indonesia memang tidak pernah kehabisan destinasi wisata unik. Selain pantai dan kota budaya, ada juga desa-desa wisata di dataran tinggi yang menawarkan panorama luar biasa sekaligus kearifan lokal yang masih terjaga. 

Desa wisata di pegunungan ini bukan hanya menyuguhkan udara sejuk dan lanskap hijau, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.

Dikutip dari Kementerian Pariwisata RI mencatat beberapa desa wisata tertinggi di Indonesia berhasil menarik perhatian wisatawan karena keindahan alam serta tradisi masyarakatnya yang tetap lestari. 

Bahkan, beberapa di antaranya masuk dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Berikut lima desa wisata tertinggi di Indonesia dengan lanskap terindah yang wajib masuk bucket list perjalananmu.

Baca juga: Kementerian Desa Bidik Potensi Desa Wisata di Anyer-Carita-Cinangka

1. Desa Sembungan, Wonosobo

Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut.

Desa Sembungan dikenal sebagai salah satu desa tertinggi di Pulau Jawa. Desa ini berada di kawasan Dieng dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut.

Panorama alamnya menjadi daya tarik utama. Wisatawan bisa menikmati pemandangan perbukitan hijau, hamparan kebun kentang, hingga sunrise ikonik di Bukit Sikunir. Kabut tipis yang menyelimuti area pegunungan membuat suasana desa terasa begitu menenangkan.

Selain keindahan alam, masyarakat Desa Sembungan masih mempertahankan tradisi pertanian dan budaya lokal khas Dieng. Desa ini juga pernah meraih penghargaan dalam kategori Desa Rintisan ADWI 2022. 

2. Desa Ranupani, Lumajang

Kondisi ladang warga Suku Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/3/2018). Ladang warga disinyalir menjadi penyebab sedimentasi Ranupani, danau di lereng Gunung Semeru.KOMPAS.com / Andi Hartik Kondisi ladang warga Suku Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/3/2018). Ladang warga disinyalir menjadi penyebab sedimentasi Ranupani, danau di lereng Gunung Semeru.

Desa Ranupani berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan ketinggian sekitar 2.100 mdpl.

Desa ini sangat populer karena menjadi gerbang utama pendakian Gunung Semeru. Lanskapnya dipenuhi pegunungan, danau alami, serta lautan kabut yang membuat suasananya terasa magis.

Wisatawan juga dapat melihat kehidupan masyarakat suku Tengger yang masih menjaga adat istiadat leluhur. Kehangatan warga lokal menjadi pengalaman tersendiri bagi para pelancong yang datang ke desa ini. 

Baca juga: Panduan Liburan di Desa Wisata Pulesari, Suguhkan Outbound hingga Kuliner Serba Salak

3. Kampung Bena Inerie, Nusa Tenggara Timur

Lanskap Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Lanskap Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.

Kampung Bena Inerie menjadi salah satu desa wisata paling eksotis di Indonesia. Desa adat ini berada di kaki Gunung Inerie dengan ketinggian mencapai sekitar 2.245 mdpl.

Keunikan utama kampung ini adalah rumah adat tradisional yang masih dipertahankan sejak zaman megalitikum. Atap rumah terbuat dari alang-alang dan tata letak kampung masih mengikuti tradisi leluhur.

Selain menikmati panorama pegunungan yang indah, wisatawan juga bisa melihat langsung aktivitas menenun kain tradisional yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat setempat.

4. Desa Argosari, Lumajang

Panorama Gunung Bromo dan Gunung Batok dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Puncak B29 adalah salah satu spot untuk menikmati momen matahari terbit.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Panorama Gunung Bromo dan Gunung Batok dari Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (11/4/2017). Puncak B29 adalah salah satu spot untuk menikmati momen matahari terbit.

Desa Argosari terletak di kawasan kaki Gunung Bromo dengan ketinggian sekitar 2.000 mdpl.

Desa ini terkenal karena memiliki panorama Negeri di Atas Awan yang begitu memukau. Saat pagi hari, kabut tebal akan menutupi lembah dan menciptakan pemandangan dramatis yang sering diburu fotografer.

Masyarakat di Desa Argosari juga masih memegang budaya tradisional Tengger yang kental. Wisatawan bisa menikmati suasana pedesaan yang tenang sambil melihat aktivitas pertanian warga setempat.

Baca juga: Desa Tersembunyi Jadi Primadona, Rahayu River Tubing Suguhkan Petualangan Sungai di Balik Perbukitan

5. Desa Wisata Wae Rebo, Flores

Ilustrasi Wae Rebo, 10 Negara Paling Bahagia dan Makmur di Dunia 2025, Nomor Satu IndonesiaKOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Ilustrasi Wae Rebo, 10 Negara Paling Bahagia dan Makmur di Dunia 2025, Nomor Satu Indonesia

Desa Wae Rebo memang tidak disebut sebagai desa tertinggi, tetapi lokasinya yang berada di pegunungan Flores menjadikannya salah satu desa wisata dengan panorama paling menakjubkan di Indonesia.

Desa adat ini terkenal dengan rumah kerucut tradisional bernama Mbaru Niang yang sudah diakui dunia internasional. Untuk mencapai desa, wisatawan harus trekking melewati hutan dan jalur pegunungan.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut pemandangan pegunungan hijau serta suasana desa yang masih sangat alami dan tradisional.

Keberadaan desa wisata di dataran tinggi menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya soal destinasi populer, tetapi juga tentang budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal yang tetap lestari.

Program desa wisata yang dikembangkan pemerintah melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) juga terus mendorong potensi ekonomi masyarakat desa berbasis pariwisata berkelanjutan.

Dengan lanskap alam yang indah dan kearifan lokal yang kuat, desa-desa wisata ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat berlibur di Indonesia.

Baca juga: Rekomendasi 7 Desa di Bali yang Bisa Dikunjungi Jika Bosan Wisata Pantai

Baca juga: Libur Lebaran 2026, Desa Wisata Penglipuran Bali Diserbu Turis Domestik

Tag:  #desa #wisata #tertinggi #indonesia #dengan #lanskap #pemandangan #indah

KOMENTAR