IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
10:11
14 April 2026

IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung melaju kencang sejak bel pembukaan perdagangan pada Selasa (14/4/2026).

Indeks komposit Indonesia tersebut melonjak tajam 1,46 persen atau bertambah sekitar 109 poin ke posisi 7.609. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat kembalinya kepercayaan diri para pemodal untuk masuk ke pasar ekuitas di awal sesi.

Laju impresif IHSG pagi ini terutama didorong oleh performa solid deretan saham berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) yang kompak bergerak di jalur hijau.

Nama-nama besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tampil sebagai mesin penggerak utama yang menarik indeks ke zona penguatan.

Daftar Saham Pilihan dan Tekanan Jual di Pagi Hari

Dalam jajaran saham elit LQ45, beberapa emiten mencatatkan kenaikan yang mencolok. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,61 persen.

Disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang tumbuh 4,11 persen, serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 3,8 persen. Pergerakan ini menunjukkan minat investor yang cukup besar pada sektor energi dan infrastruktur.

Namun, di sisi lain, beberapa saham harus mengalami koreksi di tengah euforia pagi ini. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terpantau turun 1,44 persen, diikuti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang menyusut 1,23 persen, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang terkoreksi tipis 0,91 persen.

Kilas Balik Performa Senin: Asing Mulai Akumulasi

Kegairahan pasar hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari tren positif yang terjadi pada perdagangan Senin (13/4/2026) kemarin. Pada penutupan perdagangan tersebut, IHSG berhasil mendarat di zona hijau dengan penguatan 41,69 poin atau 0,56 persen ke level 7.500,18.

Dominasi tren positif terlihat jelas dari data Stockbit yang menunjukkan sebanyak 397 saham menguat, sementara 264 saham melemah, dan 156 lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas pasar pada awal pekan kemarin tercatat sangat dinamis. Volume perdagangan mencapai 42,5 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi yang menembus 2,5 juta kali. Total nilai transaksi mencapai Rp20,4 triliun, yang pada akhirnya membawa kapitalisasi pasar modal Indonesia menyentuh angka Rp13.364 triliun.

Investor mancanegara pun tampak mulai kembali "belanja" di pasar saham Indonesia. Tercatat aksi beli bersih (net buy) oleh asing sebesar Rp396,77 miliar di seluruh pasar.

Secara lebih rinci, asing membukukan net buy senilai Rp626,14 miliar di pasar reguler, meskipun terdapat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp229,36 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Saham-saham yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu kembali menjadi primadona dan incaran utama pemodal internasional. PT Petrosea Tbk (PTRO) memimpin klasemen buruan asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp135,16 miliar, yang membuat harga sahamnya terbang 11,63 persen ke level Rp6.000.

Tidak ketinggalan, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mencatatkan net buy sebesar Rp131,97 miliar dengan kenaikan harga sebesar 6,32 persen ke posisi Rp1.430.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, berikut adalah daftar lengkap emiten yang paling banyak dikoleksi investor asing:

PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp135,16 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp131,97 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp72,28 miliar
PT Astra International Tbk (ASII): Rp65,82 miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp61,19 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp51,84 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp49,57 miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp48,19 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp34,19 miliar
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA): Rp31,93 miliar

Sebaliknya, beberapa saham perbankan dan teknologi justru dilepas oleh asing. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pelepasan terbesar dengan net sell Rp201,39 miliar.

Langkah serupa juga terjadi pada saham AMMN dengan net sell Rp34,53 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp32,39 miliar.

Kondisi pasar yang membaik ini terjadi di tengah dinamika global yang masih menantang, termasuk kabar mengenai kebuntuan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #ihsg #meroket #efek #saham #saham #prajogo #pangestu #diborong #asing

KOMENTAR