Menhut Ingatkan Potensi Kemarau Panjang akibat El Nino di Forum PBB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, 11 Mei 2026.(Badan Komunikasi Pemerintah RI)
10:30
13 Mei 2026

Menhut Ingatkan Potensi Kemarau Panjang akibat El Nino di Forum PBB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino pada tahun 2026.

Peringatan ini disampaikan Raja Juli dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat.

"Tahun ini kita harus jauh lebih hati-hati. Adanya potensi kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menuntut kewaspadaan tinggi dari kita semua. Saya meminta seluruh jajaran dan mitra terkait untuk tidak lengah dan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah-wilayah rawan," kata Raja Juli, dikutip dari siaran pers.

Baca juga: Di Markas PBB, Menhut Ungkap Komitmen Prabowo soal Pengelolaan Hutan

Berdasarkan analisis data cuaca, diprediksi akan terjadi fenomena El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat pada Juni 2026 yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang.

Di samping itu, Raja Juli juga melaporkan capaian Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengeklaim, dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah berhasil mengurangi luas kebakaran hutan dan lahan sebesar 86 persen.

Baca juga: Menko Polkam Minta Daerah Waspadai Karhutla Jelang Kemarau 2026

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla pada 2025 tercatat sebesar 359.619 hektar (ha), atau turun drastis dibandingkan 2,6 juta hektar pada 2015.

Menurut dia, keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak.

Pada satu tahun terakhir yakni 2024 hingga 2025, Raja Juli juga mengeklaim Indonesia mencatatkan penurunan luas karhutla yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Jika El Nino Picu Krisis Air di Jakarta

Raja Juli menegaskan, penurunan ini karena penguatan pemantauan titik panas (hotspot) dan respons cepat pemadaman oleh tim gabungan di lapangan.

Ia menekankan bahwa penekanan angka karhutla tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat semata, tetapi perlu kerja sama semua pihak baik masyarakat, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

"Kolaborasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa angka karhutla dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan memastikan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat," ucap dia.

Tag:  #menhut #ingatkan #potensi #kemarau #panjang #akibat #nino #forum

KOMENTAR