Harga Avtur Naik, FedEx Belum Naikkan Biaya Logistik
- Kenaikan harga bahan bakar, terutama avtur, mulai menekan sektor logistik. FedEx belum menaikkan tarif layanan dan masih mengkaji dampaknya.
Senior Manager Operations FedEx, Ida Ayu Eka Restini, mengatakan perusahaan masih memantau perkembangan harga energi. Evaluasi dilakukan sebelum mengambil keputusan.
“Dengan kondisi kenaikan harga minyak dan avtur saat ini, kami masih memonitor apakah akan berdampak ke biaya logistik atau tidak. Saat ini kami masih mengumpulkan data,” ujarnya di Jakarta, Senin malam (13/4/2026).
Baca juga: Cathay Pacific Pangkas Penerbangan hingga Juni 2026, Imbas Harga Avtur Melonjak
Ia menjelaskan FedEx memiliki armada pesawat sendiri. Kondisi ini memberi ruang untuk mengendalikan biaya operasional dan memproyeksikan dampak ke depan.
“Kami punya pesawat sendiri, jadi dari sisi cost bisa lebih dikontrol. Kami juga bisa lebih memperkirakan ke depan seperti apa dampaknya,” jelasnya.
FedEx belum menetapkan penyesuaian tarif. Informasi akan disampaikan jika ada perubahan.
“Kalau ada perubahan biaya, pasti akan kami informasikan terlebih dahulu kepada customer. Tapi saat ini belum ada penyesuaian,” tegasnya.
Data Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan lonjakan tajam harga avtur domestik. Harga naik dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp 23.551,08 per liter pada April 2026. Kenaikan mencapai 72,45 persen.
Baca juga: Wamenhaj Pastikan Biaya Haji Tetap Terjaga di Tengah Kenaikan Harga Avtur
Harga internasional juga meningkat. Nilai naik dari 0,742 dollar AS per liter menjadi 1,338 dollar AS per liter atau sekitar Rp 12.700 menjadi Rp 22.900 per liter. Kenaikan mencapai 80,32 persen.
Jika dibandingkan 2019, lonjakan lebih tinggi. Harga avtur domestik saat itu Rp 7.970 per liter. Kenaikan hingga kini mencapai 295 persen.
Tag: #harga #avtur #naik #fedex #belum #naikkan #biaya #logistik