IMF dan Investor Global Apresiasi Stabilitas Ekonomi Indonesia
International Monetary Fund (IMF).(shutterstock.com)
13:44
15 April 2026

IMF dan Investor Global Apresiasi Stabilitas Ekonomi Indonesia

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan investor global menilai kinerja ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Penilaian ini disampaikan Managing Director IMF Kristalina Georgieva saat bertemu Gubernur Bank Indonesia (BI), Menteri Keuangan, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rangkaian IMF Spring Meetings pada 14 April 2026.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan, IMF dan investor global melihat konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter dinilai berjalan baik.

Baca juga: Proyeksi IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat ke 3,1 Persen pada 2026

Indonesia juga dinilai disiplin menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Respons terhadap tekanan eksternal dinilai adaptif dan forward-looking.

"Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Anton menyebut keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan tetap terjaga. Permintaan domestik masih kuat dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia juga melanjutkan komunikasi dengan investor global. Tujuannya menegaskan arah ekonomi nasional tetap terjaga.

Indikator utama menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi stabil. Inflasi berada dalam sasaran. Intermediasi perbankan terus pulih.

Baca juga: Ekonomi Global Terancam Stagflasi, IMF Soroti Dampak Perang Iran

BI menekankan penggunaan bauran kebijakan yang terintegrasi. Kebijakan moneter difokuskan menjaga stabilitas. Kebijakan makroprudensial diarahkan untuk mendorong pertumbuhan.

Penguatan sistem pembayaran terus dilakukan. Langkah ini menopang aktivitas ekonomi dan mempercepat digitalisasi.

Stabilitas nilai tukar dijaga melalui mekanisme fleksibel dan terukur. Instrumen moneter diperkuat untuk menjaga daya tarik aset domestik.

Pengelolaan likuiditas dilakukan secara hati-hati. Tujuannya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan ekspansi ekonomi.

Koordinasi BI dan pemerintah menjadi faktor penting. Pemerintah menjaga disiplin fiskal dan mengarahkan belanja ke sektor produktif.

Transformasi struktural juga terus didorong. Fokus diarahkan pada hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi untuk meningkatkan nilai tambah.

"Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global," tuturnya.

Tag:  #investor #global #apresiasi #stabilitas #ekonomi #indonesia

KOMENTAR