Pertamina Perkuat Ekonomi Sirkular di Pesisir Tanjung Uban
– PT Pertamina Energy Terminal (PET) mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir melalui hilirisasi produk perikanan dan penguatan ekonomi sirkular di Integrated Terminal Tanjung Uban.
Melalui program KolaboraSEA Energy, perusahaan menghadirkan inovasi produk bernilai tambah sekaligus sistem pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Program ini mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan pelestarian lingkungan melalui tiga pilar utama, yakni KolaboraSEA Pangan Berdaya, KolaboraSEA Bersih, dan KolaboraSEA Nelayan.
Baca juga: Anggaran Perbaikan Abrasi Pesisir Pantai Bali Capai Rp 4 Triliun
Ilustrasi ekonomi sirkular.
Melalui pilar KolaboraSEA Nelayan, PET mengembangkan inovasi produk turunan hasil laut, seperti cookies ikan parang.
Produk ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Salah satu peserta pelatihan di Tanjung Uban, Rohimah, mengatakan bahwa program tersebut memberikan perspektif baru dalam mengelola hasil tangkapan ikan.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah, seperti cookies dari ikan parang. Sebelumnya kami hanya menjual ikan mentah, kini ada alternatif produk yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Baca juga: Permukaan Tanah Pesisir Jawa Turun, Menteri LH Sorot Kondisi Jakarta
Dalam aspek pengelolaan lingkungan, PET memfasilitasi pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) Patra Kamboja serta menyediakan sarana pengelolaan sampah terpilah.
Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.
Ilustrasi perikanan, industri perikanan.
Selain itu, program ketahanan pangan diwujudkan melalui pembangunan Rumah Edutani berbasis aquaponik. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus produksi pangan mandiri bagi masyarakat.
Pada kegiatan panen raya, dilakukan pengecekan 352 netpot hidroponik serta monitoring penanaman 2.000 bibit ikan lele. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan kemandirian pangan komunitas setempat.
Baca juga: Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, dan Kemenhub Kembangkan Kawasan Pesisir dan Pelabuhan Laut
PET melalui Fungsi Legal & Relation menyampaikan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan yang terintegrasi dalam pemberdayaan masyarakat.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen operasional, tetapi juga terintegrasi dalam pendekatan pemberdayaan masyarakat yang terstruktur, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.
Program KolaboraSEA Energy ini turut memperkuat upaya PET dalam mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir.
Tag: #pertamina #perkuat #ekonomi #sirkular #pesisir #tanjung #uban