Ini Strategi Jepang agar Warganya Punya Paspor dan Rajin ke Luar Negeri
Pemerintah Jepang pangkas biaya paspor guna meningkatkan jumlah pemegang paspor dan mendorong anak muda untuk rajin ke luar negeri.(Dok. Unsplash/Roméo A.)
21:14
25 April 2026

Ini Strategi Jepang agar Warganya Punya Paspor dan Rajin ke Luar Negeri

Pemerintah Jepang berencana mengurangi biaya pembuatan paspor untuk meningkatkan jumlah pemegang paspor di negaranya.

Langkah ini juga sekaligus mendorong warganya, khususnya anak muda, untuk bepergian ke luar negeri, dilansir dari Kyodo News, Sabtu (25/4/2026).

Strategi Jepang agar warganya rajin ke luar negeri

Biaya paspor diturunkan jadi Rp 950.000

Pemerintah Jepang pangkas biaya paspor guna meningkatkan jumlah pemegang paspor dan mendorong anak muda untuk rajin ke luar negeri.UNSPLASH/MOS DESIGN Pemerintah Jepang pangkas biaya paspor guna meningkatkan jumlah pemegang paspor dan mendorong anak muda untuk rajin ke luar negeri.

Mulai awal Juli 2026, tepatnya Rabu (1/7/2026) mendatang, biaya pengajuan paspor Jepang akan jauh lebih murah. Perubahan ini berlaku untuk beberapa kategori pemohon.

Untuk pemohon berusia 18 tahun ke atas, biaya paspor 10 tahun akan turun secara signifikan dari yang awalnya 16.300 yen (sekitar Rp 1,7 juta) menjadi 9.300 yen (sekitar Rp 950.000). Angka ini berlaku untuk pengajuan langsung di loket layanan.

Tidak hanya untuk dewasa, aturan baru ini juga menyasar kaum muda. Paspor dengan masa berlaku lima tahun saat ini dikhususkan untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Sebelumnya, ada perbedaan tarif antara remaja dan anak. Dahulu, remaja usia 12 hingga 17 tahun membayar 11.300 yen (sekitar Rp 1,2 juta), sedangkan anak di bawah 12 tahun membayar 6.300 yen (sekitar Rp 681.000).

Pemerintah Jepang pangkas biaya paspor guna meningkatkan jumlah pemegang paspor dan mendorong anak muda untuk rajin ke luar negeri.Dok. Unsplash/Se. Tsuchiya Pemerintah Jepang pangkas biaya paspor guna meningkatkan jumlah pemegang paspor dan mendorong anak muda untuk rajin ke luar negeri.

Saat ini, biaya tersebut diseragamkan menjadi satu tarif saja yakni 4.800 yen (sekitar Rp 519.000) untuk pengajuan di loket. Hal ini diharapkan bisa mendorong orangtua untuk mengajak anak-anak mereka melihat dunia.

Sementara itu, bila lebih suka mengurus dokumen secara online (daring), ada bonus tambahan. Pemohon online akan mendapatkan potongan harga lagi sebesar 400 yen (sekitar Rp 43.300), berlaku untuk semua jenis paspor.

Adapun keputusan terkait biaya paspor ini sudah disetujui secara bulat. Dengan biaya yang lebih murah, diharapkan minat wisata internasional akan bangkit kembali, terutama setelah masa pandemi yang membuat mobilitas terbatas. 

Tidak hanya itu, ada ketentuan yang menyebutkan bahwa biaya permohonan akan ditinjau kembali, yang mana dilakukan setelah sekitar tiga tahun berjalan.

Hanya 17 persen orang Jepang yang punya paspor

Meskipun paspor Jepang termasuk paspor terkuat di dunia, tapi hanya sekitar 17 persen warga Jepang yang memiliki paspor. 

Dilansir dari Japan Times, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Jepang tahun 2025, sekitar 3,7 juta paspor diterbitkan di dalam negeri pada tahun 2024.

Angka tersebut meningkat 8,8 persen dibandingkan tahun 2023, tapi turun 15,2 persen dibandingkan tahun 2019.

Jepang selalu memiliki tingkat kepemilikan paspor yang rendah dibandingkan dengan negara lain. Kendati demikian, persentasenya mengalami penurunan tajam selama pandemi Covid-19 dan tetap rendah sejak saat itu.

Tag:  #strategi #jepang #agar #warganya #punya #paspor #rajin #luar #negeri

KOMENTAR