Pertamina EP Kembangkan Energi Sirkular dan Pangan Berkelanjutan di Daerah Operasi
PT Pertamina EP menjalankan sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan di berbagai wilayah operasinya, mulai dari pengelolaan energi sirkular, efisiensi pemboran, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan budaya.
Di Pertamina EP Subang Field, program Purnama Subang dikembangkan dengan pendekatan energi sirkular berbasis masyarakat.
Program ini diarahkan untuk mendorong pemberdayaan sosial sekaligus mendukung transisi menuju praktik keberlanjutan.
Baca juga: Pertamina Perkuat Ekonomi Sirkular di Pesisir Tanjung Uban
Ilustrasi foto PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 akan melakukan pengeboran sumur baru pada Februari 2026.
Selain itu, terdapat program Hydrodrilling yang berfokus pada peningkatan efisiensi proses pemboran melalui pengelolaan air secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pertamina EP Tambun Field mengembangkan program Kapukita, yakni inovasi alat serap berbasis bahan alami untuk pengendalian tumpahan minyak.
Program ini melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan lingkungan sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kinerja operasional yang lebih ramah lingkungan.
Selain Kapukita, Tambun Field juga menjalankan Program Inovasi Pangan Lokal untuk Keberlanjutan Global yang menitikberatkan pada penguatan peran masyarakat dalam sistem pangan lokal.
Baca juga: Panas Bumi PGE Dorong Ekonomi Sirkular dan Dekarbonisasi
Adapun di Pertamina EP Jatibarang Field, program Jari Tangan difokuskan pada pemberdayaan komunitas pertanian. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan yang selaras dengan kegiatan operasi energi.
Selain itu, terdapat program Tapak Lelea yang mengangkat pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat adat yang inklusif dan berkelanjutan.
Manager Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional.
Salah satu pekerja PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field yang tengah memeriksa peralatan.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen Pertamina EP dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam setiap kegiatan operasional. Kami percaya bahwa inovasi yang selaras dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat akan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar Pinto dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Dari Jelantah ke Avtur, Upaya Warga Dorong Ekonomi Sirkular
Pertamina EP merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berperan sebagai Subholding Upstream di lingkungan PT Pertamina (Persero).
Dalam struktur tersebut, PHE bertugas mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun luar negeri.
Regional Jawa sendiri memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan pengelolaan lapangan hulu migas di wilayah Jawa bagian barat, meliputi sejumlah wilayah kerja seperti DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat.
Dalam operasionalnya, Regional Jawa menjalankan kegiatan produksi minyak dan gas bumi dengan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Baca juga: Dari Limbah Gonggong, Warga Tembesi Dorong Ekonomi Sirkular
Selain itu, pengelolaan bisnis juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Di tingkat internasional, berbagai program tersebut turut mendapat pengakuan melalui ajang The Green World Awards 2026 yang diselenggarakan di Cardiff, Wales, Inggris.
Dalam ajang tersebut, Pertamina EP meraih total 15 penghargaan yang terdiri dari 10 kategori Global Gold, 4 Global Silver, dan 1 penghargaan Commended.
Tag: #pertamina #kembangkan #energi #sirkular #pangan #berkelanjutan #daerah #operasi