Laba Bersih BTN Kuartal I 2026 Naik 22 Persen Jadi Rp 1,1 Triliun, Ini Penopangnya
Direktur Keuangan dan Strategi BTN Nofry Rony Poetra saat konferensi pers di Menara I BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
06:42
16 April 2026

Laba Bersih BTN Kuartal I 2026 Naik 22 Persen Jadi Rp 1,1 Triliun, Ini Penopangnya

- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang Kuartal I 2026.

Perolehan laba bersih ini melesat 22,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 904 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan dan Strategi BTN Nofry Rony Poetra mengatakan, pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih atau net interest income sebesar 13 persen menjadi sekitar Rp 4,3 triliun.

“Peningkatan NII ini mencerminkan kemampuan BTN dalam menjaga margin dan mengoptimalkan fungsi intermediasi,” ujarnya saat konferensi pers di Menara I BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: BRI Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun dari Laba Bersih 2025

Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, penyaluran kredit yang menjadi bisnis inti BTN juga tercatat meningkat, yakni senilai Rp 400,63 triliun atau naik 10,3 persen yoy dari Rp 363,11 triliun.

Dari total tersebut, sekitar hampir 80 persennya atau sebanyak Rp 329,93 triliun disalurkan untuk perumahan, meningkat 5,9 persen yoy dari Kuartal I 2025.

Nofry melanjutkan, dari total kredit perumahan tersebut, sebanyak Rp 306,1 triliun merupakan portofolio KPR BTN yang meningkat 6,8 persen yoy pada Kuartal I 2026.

Adapun portofolio KPR BTN disalurkan ke segmen KPR subsidi senilai Rp 193,55 triliun per Kuartal I 2026 atau naik 7,7 persen yoy dari Rp 179,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, untuk segmen KPR non-subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp 112,56 triliun per Kuartal I 2026 atau naik 5,4 persen yoy dari Rp 106,81 triliun.

“KPR subsidinya kurang lebih hampir 60 persen, sisanya adalah yang non-subsidi,” kata dia.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp 422,63 triliun per Kuartal I 2026 dari Rp 384,70 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Kinerja kredit dan DPK tersebut juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5 persen yoy menjadi Rp 517,54 triliun per Kuartal I 2026 dari Rp 468,53 triliun.

“Ini mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar. Pertumbuhan ini ditopang juga oleh peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan DPK yang solid,” ucapnya.

Current account and savings account (CASA) perseroan juga terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan transformasi di segmen retail dan kehadiran bale by btn.

Per Kuartal I 2026, CASA BTN tercatat naik 7,9 persen yoy menjadi Rp 212,11 triliun atau menempati porsi 50,2 persen dari total DPK.

Demikian juga dengan cost of fund BTN yang membaik ke level 3 persen per Kuartal I 2026 atau turun dari 4 persen di periode yang sama tahun lalu.

“Secara keseluruhan, kinerja ini menunjukkan fundamental kinerja yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Baca juga: Raup Laba Bersih Rp 2,93 T, Dirut PTBA: Pembuktian atas Resiliensi Kami

Tag:  #laba #bersih #kuartal #2026 #naik #persen #jadi #triliun #penopangnya

KOMENTAR