Pemerintah Mau Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sampai 2027
Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya. (Dok. Kementerian ESDM )
16:04
16 April 2026

Pemerintah Mau Bangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sampai 2027

- Pemerintah akan membangun 34 proyek waste to energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang tersebar di 34 kota sepanjang 2026-2027.

Proyek ini sebagai solusi atas persoalan sampah yang mulai menjadi ancaman nyata di berbagai daerah, di mana tempat pembuangan akhir (TPA) semakin penuh sementara volume sampah terus bertambah setiap hari.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah memproyeksi hampir seluruh TPA di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028 jika tidak ada terobosan signifikan.

"Pengelolaan sampah perkotaan merupakan kegiatan prioritas yang mendapat pantauan langsung Bapak Presiden Prabowo. Karena itu, diperlukan upaya yang serius dan sistematis agar sampah perkotaan tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan justru memberi manfaat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Danantara Bentuk Denera, Unit Usaha yang Fokus Garap Proyek Sampah Jadi Listrik

Ia menuturkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai payung hukum untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Yuliot pun meninjau langsung salah satu proyek Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya pada Rabu (15/4/2026).

Pembangkit ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Sumber Organik, serta telah diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 6 Mei 2021 lalu.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Sumber Organik Agus Nugroho Santoso mengatakan, pihaknya mengelola sampah dari masyarakat Surabaya dan sekitarnya dengan volume 1.600 ton per hari.

Berbeda dengan pengelolaan di banyak tempat lain yang hanya menangani sampah baru, PT Sumber Organik juga mengolah timbunan sampah lama agar dapat dimanfaatkan kembali.

"Kami mengolah timbunan sampah, baik sampah lama maupun baru, menjadi bahan yang bermanfaat," ucap Agus.

Baca juga: Panic Buying Kantong Sampah di Korsel, Penjualan Naik hingga 300 Persen

Saat ini pada TPA Benowo juga tengah dibangun fasilitas waste to fuel oleh PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP) yang bertujuan mengurangi timbunan sampah dan direncanakan segera beroperasi.

Fasilitas tersebut akan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak terbarukan setara diesel melalui proses pirolisis.

Proses tersebut diawali dengan penyortiran atau handpicking sampah plastik, kemudian dipanaskan dalam mesin pirolisis dengan sistem pengolahan gas buang (flue gas treatment) agar memenuhi standar emisi lingkungan yang sudah ditetapkan Kementerian Lingkungan.

Saat ini, fasilitas waste to fuel tersebut masih dalam tahap konstruksi.

Berdasarkan uji coba awal, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi bahan bakar minyak terbarukan (BBMT) sebesar 60-70 kiloliter per hari, dengan kapasitas pengolahan yang dapat disesuaikan dengan volume sampah di masing-masing kota.

Tag:  #pemerintah #bangun #pembangkit #listrik #tenaga #sampah #sampai #2027

KOMENTAR