S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal penilaian lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings terkait kemampuan rasio utang Indonesia.
Dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Menkeu Purbaya menerangkan kalau rasio utang Indonesia memang jadi salah satu sorotan S&P.
Tapi dia meminta lembaga tersebut tidak khawatir karena RI masih mampu membayar utang.
"Ada concern sedikit tentang rasio membayar utang terhadap pendapatan kita, pajak kita. Tapi kita yakinkan mereka bahwa itu bisa dikendalikan ke depan dan belum berada pada level yang berbahaya sekali," katanya dalam keterangan video, Kamis (16/4/2026).
Untuk menambah kemampuan membayar utang, Purbaya mengaku bakal memaksimalkan penerimaan negara lewat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Bendahara Negara mengklaim kalau pihaknya sudah melakukan restrukturisasi Pegawai Pajak dan Bea Cukai beberapa waktu belakangan. Pertumbuhan Pajak periode Januari dan Februari 2026 juga lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Buntut kondisi ekonomi itu, Purbaya mengaku senang karena Indonesia mendapatkan outlook peringkat BBB pada kategori investment grade, atau layak investasi.
"Mereka sepertinya cukup puas, dan berita yang agak atau amat menyenangkan untuk saya adalah S&F bilang mereka memberikan konfirmasi bahwa rating kita tetap level BBB dengan outlook yang tetap stabil," jelasnya.
Tag: #sorot #rasio #utang #purbaya #klaim #belum #level #berbahaya