Dikritik Trump, Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah
Kapal perang Inggris HMS Dragon saat berangkat dari Pangkalan Laut HM Portsmouth menuju Mediterania Timur untuk operasi perang Iran pada 10 Maret 2026.(AFP/JUSTIN TALLIS)
22:54
10 Mei 2026

Dikritik Trump, Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah

Pemerintah Inggris mengirim kapal perang HMS Dragon ke Timur Tengah sebagai persiapan menghadapi kemungkinan misi pengawalan kapal dagang di Selat Hormuz setelah perang Iran berakhir.

Langkah itu dilakukan di tengah indikasi bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Kapal perusak milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris itu sebelumnya ditempatkan di Siprus setelah pangkalan RAF Akrotiri diserang drone buatan Iran pada hari kedua perang Iran.

Baca juga: Iran Akhirnya Beri Jawaban untuk Proposal Damai AS, Apa Isinya?

Namun, HMS Dragon baru tiba tiga pekan kemudian setelah menjalani proses perbaikan dan persiapan.

Inggris dan Perancis siapkan misi pengamanan Selat Hormuz

Dilansir Telegraph, Sabtu (9/5/2026), Inggris dan Perancis sebelumnya telah menyatakan akan membantu mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di selat tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menyebut HMS Dragon dikirim ke kawasan itu untuk menjalankan “potensi peran dalam misi multinasional masa depan yang bersifat sepenuhnya defensif dan independen guna menjaga kebebasan navigasi”.

HMS Dragon merupakan satu dari enam kapal perusak Type 45 milik Angkatan Laut Inggris.

Kapal itu kini bergabung dengan kelompok kapal induk Charles de Gaulle milik Perancis yang dikirim ke Timur Tengah pada Rabu (6/5/2026).

MoD menyatakan, pengerahan kapal telah disetujui Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Pertahanan Inggris setelah kapal menyelesaikan “pengujian sistem persenjataan yang ketat di lepas pantai Kreta” guna memastikan kesiapan operasionalnya.

Trump kritik sekutu NATO dan sikap Inggris

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengkritik NATO yang dianggap tidak membantu dalam perang melawan Iran.AFP/POOL/ALEX BRANDON Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengkritik NATO yang dianggap tidak membantu dalam perang melawan Iran.

Pengerahan HMS Dragon terjadi setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras kepada sekutu NATO yang ia sebut “tidak berguna” dan memperingatkan mereka agar menjauhi Selat Hormuz.

Komentar itu muncul setelah Inggris dan Perancis mengumumkan operasi angkatan laut sebelumnya untuk melindungi pelayaran komersial di kawasan tersebut “segera setelah kondisi memungkinkan”.

Baca juga: Blokade Masih Jalan, AS Klaim Alihkan 58 Kapal dari Pelabuhan Iran

Trump juga beberapa kali menyerang Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer karena menolak mengirim kapal penyapu ranjau untuk mendukung operasi AS dan Israel melawan Iran.

Selain itu, Trump sempat menegur Starmer terkait keputusan Inggris yang hanya mengizinkan pangkalan militernya digunakan AS dalam kapasitas “defensif”. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Maret lalu, Trump mengatakan Starmer “bukan Winston Churchill”.

Inggris dikritik karena respons lambat

Starmer juga menghadapi kritik di dalam negeri karena dianggap lamban merespons konflik.

HMS Dragon baru tiba di Mediterania timur tiga minggu setelah RAF Akrotiri menjadi sasaran serangan drone.

Saat diperintahkan berlayar, HMS Dragon diketahui masih berada di galangan kering Portsmouth tanpa persenjataan lengkap dan masih dipasangi perancah.

Dibutuhkan waktu sepekan untuk mengeluarkan kapal dari masa perawatan dan dua pekan tambahan hingga akhirnya tiba di Siprus pada akhir Maret.

Pada April, HMS Dragon kembali mengalami masalah pada sistem pasokan air yang memaksa kapal kembali ke pelabuhan di Mediterania timur.

Saat itu, MoD menyebut terdapat “masalah teknis kecil” pada sistem air di kapal dan perbaikan sedang dilakukan.

Juru bicara MoD kemudian memastikan seluruh masalah pasokan air telah berhasil diperbaiki.

AS dan Iran disebut hampir sepakati akhir perang

Pada Minggu (10/5/2026), Iran dilaporkan telah mengirim jawaban atas proposal damai yang diajukan oleh Amerika Serikat melalui Pakistan.

Tidak ada rincian mengenai respons Iran tersebut, tetapi Teheran menekankan untuk "mengakhiri perang dan keamanan maritim."

"Perlu dicatat bahwa fokus utama tanggapan Iran terhadap proposal AS adalah pada 'mengakhiri perang dan keamanan maritim' di Teluk Persia dan Selat Hormuz," kata kantor berita ISNA, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Iran Naik Pitam, Tak Mau Lagi Menahan Diri Usai Tankernya Ditembak AS

Tag:  #dikritik #trump #inggris #kerahkan #kapal #perang #dragon #timur #tengah

KOMENTAR