Iran Akhirnya Beri Jawaban untuk Proposal Damai AS, Apa Isinya?
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.(KANTOR KETUA PARLEMEN IRAN via AFP)
21:24
10 Mei 2026

Iran Akhirnya Beri Jawaban untuk Proposal Damai AS, Apa Isinya?

Iran mengirimkan respons terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang kawasan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Respons tersebut dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada Minggu (10/5/2026).

Jawaban ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump sempat mengancam Iran dengan serangan sangat besar jika Teheran tak kunjung mencapai kesepakatan damai.

Baca juga: Iran Naik Pitam, Tak Mau Lagi Menahan Diri Usai Tankernya Ditembak AS

Iran fokus pada penghentian permusuhan

IRNA melaporkan bahwa tahap awal negosiasi akan difokuskan sepenuhnya pada penghentian permusuhan di kawasan.

“Iran hari ini mengirim melalui mediator Pakistan responsnya terhadap teks terbaru yang diusulkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang,” tulis IRNA, seperti dikutip Anadolu.

Namun, media pemerintah Iran itu tidak mengungkap isi detail dari jawaban Teheran terhadap proposal Washington.

Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan kepada IRNA bahwa fase negosiasi saat ini hanya akan membahas penghentian konflik sebelum masuk ke pembicaraan yang lebih luas.

Pakistan konfirmasi terima respons Iran

Al Jazeera melaporkan Pakistan telah mengonfirmasi penerimaan respons Iran tersebut.

Koresponden Al Jazeera di Islamabad, Kamal Hyder, mengatakan, “Pihak Pakistan mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima respons Iran terhadap proposal AS.”

Ia menambahkan, “Sekarang Pakistan telah menerimanya, akan penting untuk melihat kapan hal itu disampaikan kepada Amerika Serikat, dan kemudian melihat reaksi dari Washington.”

Pakistan sebelumnya memang berperan penting dalam proses mediasi antara Iran dan Amerika Serikat, termasuk dalam upaya gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April lalu.

Baca juga: Khawatir Kehilangan Pengaruh, Iran Sebut Piala Dunia Aset Diplomatik

Diplomasi sementara demi buka Selat Hormuz

Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.

Menurut sumber Reuters dari kedua kubu, upaya diplomasi terbaru saat ini diarahkan pada pembentukan memorandum of understanding sementara untuk menghentikan perang dan memungkinkan lalu lintas kapal kembali melintasi Selat Hormuz.

Kesepakatan yang lebih besar nantinya diperkirakan akan membahas isu-isu pelik, termasuk program nuklir Iran.

Selat Hormuz sendiri menjadi titik paling sensitif dalam konflik kali ini. Jalur laut tersebut sebelumnya menangani hampir seperlima pasokan minyak dunia.

Iran juga dilaporkan membatasi pelayaran kapal non-Iran di kawasan tersebut sejak perang meletus.

Meski jalur diplomasi dibuka, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil.

Otoritas Iran dilaporkan memperingatkan kapal dari negara-negara yang mematuhi sanksi AS terhadap Iran dapat menghadapi kesulitan saat melintasi Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan juga kembali meningkat. Uni Emirat Arab dilaporkan mengalami serangan baru pada Jumat, sementara bentrokan sporadis antara pasukan Iran dan kapal Angkatan Laut AS dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz.

Adapun perang ini dimulai sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku padaApril, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa tenggat waktu pasti demi memberi ruang bagi diplomasi.

Baca juga: Iran Tepis Rumor Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Dilaporkan Beri Arahan Militer

Tag:  #iran #akhirnya #beri #jawaban #untuk #proposal #damai #isinya

KOMENTAR