16 Perusahaan Antre IPO di Bursa, BEI Ungkap Sektornya
Ilustrasi IPO. OJK buka jalan lebar untuk investor ritel.(thikstockphotos)
05:40
20 April 2026

16 Perusahaan Antre IPO di Bursa, BEI Ungkap Sektornya

- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sebanyak 16 perusahaan tengah mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah itu tercatat hingga 17 April 2026.

Namun di tengah ramainya antrean tersebut, realisasi IPO sepanjang tahun ini masih terbilang minim. Baru satu emiten yang resmi melantai di bursa, yakni PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA), dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 0,30 triliun.

Berdasarkan dokumen pipeline BEI 2026, mayoritas calon emiten berasal dari perusahaan beraset besar. Sebanyak 11 perusahaan tercatat memiliki aset di atas Rp 250 miliar, sementara lima lainnya berada pada kategori aset menengah dengan rentang Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Baca juga: Euforia Saham WBSA Usai IPO, Naik 307 Persen, Risiko Ritel Mengintai

Dari sisi sektor, pipeline IPO memperlihatkan dominasi sektor konsumsi. Masing-masing tiga perusahaan berasal dari sektor consumer cyclicals, tiga perusahaan consumer non-cyclicals.

Selain itu, terdapat empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan infrastruktur, dua perusahaan teknologi, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi dan finansial.

Tak hanya IPO, aktivitas penghimpunan dana melalui obligasi juga menunjukkan tren yang cukup baik. BEI mencatat sektor finansial menjadi penyumbang terbesar dalam pipeline efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), dengan 15 perusahaan.

Disusul sektor infrastruktur sebanyak tujuh perusahaan dan sektor energi lima perusahaan. Lalu, dua perusahaan basic materials, dua lainnya perusahaan consumer non cyclicals.

"Hingga saat ini telah diterbitkan 52 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan dana dihimpun sebesar Rp57,16 triliun," tulis BEI, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Bidik IPO 2027, Perusahaan Ini Kembangkan Ekosistem Contact Center Berbasis AI

Sementara itu, aksi korporasi melalui rights issue masih relatif terbatas. Pipeline mencatat hanya satu perusahaan dari sektor properti dan real estate yang berencana melakukan rights issue.

Sepanjang tahun berjalan, baru tiga perusahaan yang telah mengeksekusi aksi tersebut dengan total dana sebesar Rp 3,75 triliun.

Tag:  #perusahaan #antre #bursa #ungkap #sektornya

KOMENTAR