Gangguan di Selat Hormuz Picu Hilangnya 1 Miliar Barel Minyak Global
Ilustrasi kilang minyak milik Saudi Aramco.(SHUTTERSTOCK/MATT STARLING PHOTOGRAPHY)
19:08
10 Mei 2026

Gangguan di Selat Hormuz Picu Hilangnya 1 Miliar Barel Minyak Global

- Kepala Eksekutif Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dunia kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir akibat gangguan pengiriman energi di Selat Hormuz.

Menurut dia, pasar energi global tidak akan langsung pulih meski jalur pelayaran kembali dibuka.

“Tujuan kami sederhana: menjaga aliran energi tetap berjalan, bahkan ketika sistem sedang dalam tekanan,” kata Nasser kepada Reuters, Minggu (10/5/2026).

Baca juga: Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

Pernyataan itu disampaikan setelah Saudi Aramco melaporkan laba bersih kuartal I 2026 naik 25 persen.

Gangguan pasokan energi global terjadi setelah Iran memblokade Selat Hormuz di tengah perang AS dan Israel.

Situasi tersebut menghambat lalu lintas kapal tanker minyak dan memicu lonjakan harga energi dunia.

“Membuka kembali rute tidak sama dengan menormalkan pasar yang telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak,” ujar Nasser.

Ia menilai tekanan di pasar energi makin berat karena minimnya investasi sektor migas selama bertahun-tahun.

Kondisi itu membuat cadangan minyak global berada di level rendah saat krisis terjadi.

Baca juga: Aramco: Gangguan di Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Pasar Minyak Dunia

Saudi Aramco andalkan jalur pipa alternatif

Untuk mengurangi dampak gangguan di Selat Hormuz, Saudi Aramco mengandalkan Pipa Timur-Barat miliknya.

Jalur pipa tersebut memungkinkan minyak mentah dialirkan ke Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Nasser menyebut infrastruktur tersebut sebagai “jalur vital” untuk menjaga pasokan energi dunia di tengah krisis.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Sekitar seperlima perdagangan minyak global biasanya melewati kawasan tersebut.

Gangguan di jalur itu membuat biaya pengiriman energi melonjak dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Asia tetap jadi pasar utama

Meski rute pengiriman berubah, Saudi Aramco menegaskan Asia tetap menjadi pasar utama perusahaan.

Nasser mengatakan kawasan Asia masih menjadi pusat pertumbuhan permintaan energi dunia.

Pernyataan itu menunjukkan Saudi Aramco tetap fokus menjaga pasokan ke negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi Timur Tengah, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, dan India.

Tag:  #gangguan #selat #hormuz #picu #hilangnya #miliar #barel #minyak #global

KOMENTAR