IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 7.642, Pasar Nantikan Arah Konflik AS-Iran
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (20/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal sesi, IHSG naik 8,24 poin atau 0,11 persen ke level 7.642,24.
IHSG dibuka di level 7.663,40 dan bergerak dalam rentang 7.622,37 hingga 7.671,98 pada perdagangan pagi. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.634,00.
Aktivitas pasar terpantau moderat. Volume perdagangan mencapai 4,112 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,929 triliun dan frekuensi 314,9 ribu kali. Sebanyak 274 saham menguat, 293 saham melemah, dan 392 saham stagnan.
Baca juga: BI Rate Diprediksi Ditahan, Ini Saham Perbankan yang Menarik Dikoleksi
Mayoritas indeks unggulan bergerak bervariasi. Indeks LQ45 turun 0,47 poin atau 0,06 persen ke level 758,40. Sementara KOMPAS100 menguat 1,40 poin atau 0,13 persen ke level 1.055,83.
Indeks berbasis syariah juga mencatatkan penguatan terbatas. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,97 poin atau 0,18 persen ke level 531,48. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,49 poin atau 0,18 persen ke level 277,40.
Di sisi lain, IDX30 melemah 0,29 poin atau 0,07 persen ke level 403,18. Adapun JII70 naik 0,36 poin atau 0,18 persen ke level 201,02.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 13.638 triliun pada awal perdagangan hari ini.
Baca juga: Saham-saham Eropa Menguat Usai Pengumuman Pembukaan Selat Hormuz
Analis memprediksi IHSG akan melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini, setelah indeks ditutup menguat 0,17 persen ke level 7.634,00 pada perdagangan Jumat.
Equity Research Analyst Alrich Paskalis Tambolang dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 7.500 dan resistance di 7.700.
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan berada jauh di atas MA20, yang mencerminkan tren jangka pendek relatif kuat.
“IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.700-7.750 sebelum mencoba menembus MA50 di sekitar 7.719,” ujar Alrich Minggu, (19/4/3026).
“IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.700-7.750 sebelum mencoba menembus MA50 di sekitar 7.719,” paparnya.
Baca juga: Euforia Saham WBSA Usai IPO, Naik 307 Persen, Risiko Ritel Mengintai
Ia menilai IHSG saat ini dalam fase konsolidasi, sambari menanti perkembangan terbaru konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, menjelang batas waktu gencatan senjata.
“IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi sambil menanti perkembangan konflik AS-Iran menjelang batas waktu gencatan senjata,” beber Alrich.
Menjelang berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026, kedua negara kembali meningkatkan tensi melalui pernyataan keras, khususnya terkait jalur strategis energi global di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut membuat investor global cenderung bersikap wait and see, menanti kepastian apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru terjadi eskalasi konflik yang lebih luas.
Secara teknikal, Alrich menyebut IHSG masih bertahan di atas MA5 dan berada jauh di atas MA20, yang mencerminkan tren jangka pendek relatif kuat.
Baca juga: Rebranding, Saham Matahari Department Store (LPPF) Layak Koleksi?
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi pada pekan depan, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar dari domestik.
Sementara dari global, perhatian investor akan tertuju pada rilis data penjualan ritel dan Michigan Consumer Sentiment dari Amerika Serikat, serta sejumlah indikator ekonomi dari kawasan Eropa dan Asia.
Tag: #ihsg #dibuka #menguat #tipis #7642 #pasar #nantikan #arah #konflik #iran