Bangun 100 Gudang Baru, Dirut Bulog: Sudah Clear 88 Titik
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Hamdani di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
20:40
20 April 2026

Bangun 100 Gudang Baru, Dirut Bulog: Sudah Clear 88 Titik

- Rencana Perum Bulog membangun 100 gudang pangan baru masih menghadapi kendala di tahap awal, yakni penyelesaian titik lokasi dan persetujuan lintas kementerian.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Hamdani mengungkapkan, hingga saat ini baru 88 lokasi yang dinyatakan sudah bebas atau clear and clean dari target 100 kabupaten/kota.

“Hari ini kalau kami sudah clear 88 titik. Tinggal 12 titik lagi, 12 kabupaten/kota yang belum clear, kan targetnya 100,” ujar Ahmad di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Rizal memastikan pembangunan infrastruktur pascapanen ini akan disesuaikan dengan tipologi masing-masing wilayah.

Baca juga: Cadangan Beras Pemerintah 4,9 Juta Ton, Bulog Sebut Rekor Tertinggi

Ia memberikan contoh di wilayah Natuna yang tidak memiliki sawah, maka infrastruktur yang akan dibangun hanya gudang.

Sementara di wilayah lain seperti Kabupaten Grobongan yang merupakan lumbung padi terbesar akan dibangun infrastruktur pendukung lebih lengkap mulai dari gudang hingga sarana prasarana produksi beras.

Meski sebagian besar lokasi telah diamankan, Ahmad menegaskan proyek belum bisa langsung berjalan.

Bulog masih menunggu persetujuan dari pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta sejumlah kementerian teknis. “Setelah diketuk palu, disetujui oleh Kemenko Pangan, dan ini kan kita minta pertek dari Kementan dan juga dari teman-teman PU,” katanya.

Dengan kata lain, proyek strategis ini masih berada pada tahap persiapan administratif, meski pemerintah telah menetapkannya sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Adapun program pembangunan gudang tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penyediaan infrastruktur pascapanen (IPP). Penugasan ini juga telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026.

Dalam beleid tersebut, Bulog ditugaskan membangun infrastruktur penyimpanan dan pengolahan hasil panen secara bertahap guna mengantisipasi kebutuhan saat musim panen 2026.

Tak hanya gudang, fasilitas yang akan dibangun juga disesuaikan dengan potensi daerah.

Untuk wilayah sentra produksi beras dan jagung, Bulog akan melengkapi fasilitas dengan mesin pengering (dryer), penggilingan (rice milling unit), hingga pengemasan. “Kalau daerahnya potensi jagungnya tinggi, kita bangunin pabrik pengolahan jagung sama gudangnya. Kalau produksi padinya tinggi, kita tambah dryer, RMU, sampai packaging-nya,” jelas Ahmad.

Sementara itu, untuk wilayah dengan keterbatasan produksi seperti daerah kepulauan, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan. “Kalau memang daerahnya tidak bisa ditanam, seperti di pulau-pulau di Maluku Utara, itu mungkin hanya gudang saja,” ujarnya.

Untuk mendukung proyek ini, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 5 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Meski anggaran telah tersedia dan lokasi hampir rampung, realisasi pembangunan kini sangat bergantung pada rampungnya proses persetujuan dan kelengkapan administrasi.

Baca juga: Stok Beras Bulog 4,88 Juta Ton, Gudang Penuh di Seluruh Indonesia

Tag:  #bangun #gudang #baru #dirut #bulog #sudah #clear #titik

KOMENTAR