Perusahaan Australia GHD Ekspansi ke Indonesia, Bidik Peluang Energi hingga Air
— Perusahaan layanan profesional global asal Australia, GHD, resmi membuka kantor baru di Indonesia sebagai bagian dari strategi ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
Peresmian ini ditandai melalui acara resepsi jejaring strategis di Jakarta pada 23 April 2026, yang dihadiri perwakilan pemerintah, pelaku industri, hingga duta besar dari Selandia Baru dan Kanada.
"Langkah ekspansi ke Indonesia mendukung terciptanya peluang kolaborasi yang lebih luas dengan klien dan mitra kami di Asia Tenggara dan sekitarnya, sebagai kelanjutan dari kesuksesan operasional kami di Singapura dan Filipina," ujar CEO GHD, Jim Giannopoulos, melalui keterangan pers, Kamis (23/4/2026).
Ia menilai Indonesia memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang kuat, seiring proyeksi menjadi salah satu kekuatan ekonomi global.
“Indonesia diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050. Kami melihat adanya aspirasi kuat dari masyarakat di Indonesia dan lebih luas di kawasan ASEAN terhadap masa depan yang lebih berfokus pada kelestarian lingkungan dan pentingnya pengembangan sumber daya secara berkelanjutan, terutama di sektor pangan, air, energi, dan mineral,” tambahnya.
Baca juga: Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia
Proyek air dan energi berkelanjutan
Sejalan dengan ekspansi tersebut, GHD saat ini tengah menggarap proyek percontohan kerja sama antara Kanada dan Indonesia dalam pengembangan teknologi pengukuran air canggih di Kota Jambi.
Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi serta Canadian Commercial Corporation.
Selain itu, GHD juga telah merampungkan laporan ASEAN SAF 2050 Outlook yang membahas rantai pasok bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Baca juga: Dapat Pendanaan 29 Juta Dollar AS, Fintech Ini Targetkan Ekspansi ke Indonesia
Fokus investasi sektor energi dan sumber daya
Operasional GHD di Indonesia dipimpin oleh Phil Baker yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di sektor energi dan sumber daya di berbagai negara.
"Kehadiran kantor kami di Jakarta memungkinkan kami untuk bekerja lebih erat dengan klien di Indonesia, serta klien global kami yang sedang melakukan investasi dan ekspansi di sini. Fokus utama bisnis kami meliputi sektor energi, sumber daya, air, dan lingkungan," jelas Baker.
Didirikan pada 1928 di Melbourne, Australia, GHD kini memiliki lebih dari 12.000 tenaga ahli yang tersebar di lebih dari 160 kantor di seluruh dunia.
Sebagai perusahaan milik karyawan (employee-owned), GHD mencatatkan pendapatan bruto lebih dari 3 miliar dollar Australia pada 2025 atau sekitar Rp 31,5 triliun (asumsi kurs Rp 10.500 per dollar Australia).
Baca juga: Luhut: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Gejolak Dunia
Proyeksi ekonomi RI dorong minat ekspansi global
Prospek ekspansi perusahaan global ke Indonesia tidak lepas dari posisi ekonomi negara berkembang yang kian menguat dalam peta ekonomi dunia.
Berdasarkan proyeksi jangka panjang Standard Chartered, sebanyak 7 dari 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2030 diperkirakan berasal dari negara berkembang.
Mengutip laporan yang dikutip Bloomberg pada Rabu (9/1/2019), peringkat tersebut didasarkan pada produk domestik bruto (PDB) berbasis paritas daya beli (purchasing power parity/PPP).
Dalam proyeksi tersebut, China diperkirakan menjadi ekonomi terbesar dunia, disusul India yang melampaui Amerika Serikat. Sementara itu, Indonesia diproyeksikan menempati posisi keempat secara global.
"Proyeksi jangka panjang kami didasarkan pada satu prinsip penting, yaitu porsi negara terhadap PDB dunia pada akhirnya harus menyatu dengan porsi mereka terhadap populasi dunia, didorong oleh konvergensi PDB per kapita antara negara maju dan berkembang," kata ekonom Standard Chartered yang dipimpin oleh David Mann.
Tag: #perusahaan #australia #ekspansi #indonesia #bidik #peluang #energi #hingga