Jumlah PHK Capai 8.389 Orang pada Kuartal I 2026, Paling Banyak di Jawa Barat
Ilustrasi PHK. (Dok. Jobplanet)
18:40
25 April 2026

Jumlah PHK Capai 8.389 Orang pada Kuartal I 2026, Paling Banyak di Jawa Barat

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal I 2026 mencapai 8.389 orang.

Data Satudata Kemenaker per 6 April 2026 menunjukkan tiga provinsi dengan angka PHK tertinggi. Jawa Barat mencatat 1.721 orang, Kalimantan Selatan 1.071 orang, dan Kalimantan Timur 915 orang.

Jumlah terendah tercatat di beberapa provinsi. Gorontalo sebanyak 2 orang, Maluku Utara 5 orang, serta Papua Barat dan Maluku masing-masing 6 orang.

Baca juga: Kemnaker Geser Arah Pelatihan Vokasi, Fokus Kebutuhan Industri KEK dan PSN

Kemenaker menegaskan angka ini tidak mencakup pekerja yang keluar karena alasan lain.

"Tenaga kerja yang terkena PHK akibat mengundurkan diri, pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia tidak termasuk dalam perhitungan (berdasarkan PP 6/2025 dan Permenaker 2/2025)," tulis Kemenaker dalam laman tersebut, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Tren PHK menunjukkan penurunan bulanan. Januari mencatat 4.590 orang, Februari turun menjadi 3.273 orang, dan Maret kembali turun menjadi 526 orang.

Data ini masih bersifat sementara. Perubahan masih mungkin terjadi seiring pelaporan pekerja melalui aplikasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Di sisi lain, muncul informasi potensi PHK dalam skala lebih besar. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Said Iqbal menyebut sekitar 9.000 pekerja berisiko terdampak di 10 perusahaan.

"Saat ini tercatat 9.000 berpotensi, berpotensi 9.000 karyawan akan terjadi PHK," kata Said dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Kemnaker Ingatkan Tahap Akhir Magang Nasional Tentukan Hak Peserta

Identitas perusahaan belum diungkap. Sektor yang terdampak didominasi industri plastik dan tekstil.

Kedua sektor ini menghadapi tekanan biaya produksi. Kenaikan harga bahan bakar industri dipicu konflik di Timur Tengah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengaku belum menerima data rinci terkait laporan tersebut.

"Enggak tahu saya bagaimana itu datanya," ujar Yassierli di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026).

Kemenaker memiliki sistem pemantauan kondisi industri. Sistem ini memantau dinamika tenaga kerja di berbagai sektor. Laporan terkait rencana PHK tersebut belum masuk ke kementerian.

Tag:  #jumlah #capai #8389 #orang #pada #kuartal #2026 #paling #banyak #jawa #barat

KOMENTAR