Kemenhub Bentuk Tim Khusus Dalami Keterlibatan Taksi Green SM dalam Insiden KRL–Argo Bromo
kemenhub panggil Green SM(DOC. Kemenhub)
07:04
29 April 2026

Kemenhub Bentuk Tim Khusus Dalami Keterlibatan Taksi Green SM dalam Insiden KRL–Argo Bromo

- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM ke Kantor Pusat Kemenhub pada Selasa (28/4/2026) buntut kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026)

“Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum,” kata Aan dalam siaran pers, Selasa malam (28/4/2026).

“Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan,” lanjut Aan.

Berdasarkan data di aplikasi Siprajab, kendaraan taksi yang terlibat kecelakaan bernomor polisi B 2864 SBX dan tercatat telah terdaftar serta memiliki kartu pengawasan yang berlaku hingga 28 Oktober 2026.

Baca juga: Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM Bekasi, Cek Standar Keselamatan Usai Usai Insiden KRL–Argo Bromo

Kendaraan taksi tersebut pun terdaftar untuk melakukan pelayanan taksi reguler di wilayah Jabodetabek.

Walau demikian, Ditjen Hubdat tetap melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan operator terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.

Diketahui juga, perusahaan taksi Green SM telah memiliki sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) yang berlaku selama lima tahun.

“Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum,” jelas dia.

“Jadi kami akan melihat kembali bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan oleh perusahaan ini, termasuk juga kewajiban perusahaan dalam memastikan kendaraan, pengemudi, dan sistem operasionalnya memenuhi aspek keselamatan,” lanjut Aan.

Selain itu, pihaknya akan melakukan klarifikasi, pendalaman, serta penindakan apabila terbukti ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum dan PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek.

Ia mengatakan, sanksi administrasi bukan tidak mungkin diberikan sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara hingga pencabutan izin.

“Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proporsional sesuai aturan yang ada,” katanya.

“Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” tegas dia.

Seperti diketahui, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL di Stasiun Bekasi Timur (27/4/2026) dipicu oleh insiden awal taksi listrik yang mogok dan tertemper KRL di perlintasan sebidang liar JPL 85.

Gangguan operasional ini memaksa KRL berhenti, dan KA Argo Bromo Anggrek tidak sempat menghindar, menyebabkan tabrakan beruntun.

Mengutip akun resmi Green SM Indonesia mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” kata manajemen Green SM.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” lanjut pernyataan tersebut.

Tidak sedikit masyarakat dan netizen di sosial media yang menyalahkan taksi listrik tersebut atas insiden kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Drivernya gak bener, mesin/sistem mobilnya bapuk, dan SOP perusahaannya gak fleksibel buat bergerak di keadaan genting. Ini kacau banget sih Green SM,” kata pemilik akun X, @Fahmi*

Hal senada juga disampaikan oleh akun X milik @Rizky*.

“Semua karena taksi Green SM mogok di rel dan akhirnya tertabrak kereta. KRL dari lawan arah yang seharusnya berangkat tertunda karena kecelakaan ini. Karena jarak antar kereta yang padat dan informasi kecelakaan yang belum sampai ke masinis KA Argo Bromo Anggrek karena kecelakaan,” ujar dia.

Dalam postingan di akun Instagram Green SM, taksi listrik hijau itu bahkan tidak meminta maaf atau mengucapkan turut berbela sungkawa.

Green SM juga menutup kolom komentarnya dalam postingan tersebut.

Selang beberapa jam kemudian, barulah Green SM menyampaikan bela sungkawa kepada korban kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.

“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” ujar manajemen Green SM.

“Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” lanjut manajemen.

Dalam postingan kedua, Green SM tidak menutup kolom komentar, namun membatasi jumlah komentar.

Taksi Green SM tertabrak kereta Commuter Line di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Facebook Yuyu Wahyuni Taksi Green SM tertabrak kereta Commuter Line di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi

Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti.

Kejadian tersebut langsung membuat penumpang yang berada di kedua kereta maupun peron stasiun panik dan histeris.

Tabrakan yang cukup kuat membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah.

Adapun gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.

Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup besi, terganjal bangku dan banyak bagian gerbong yang rusak parah.

Hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia atas insiden tersebut mencapai 15 orang.

Baca juga: Kronologi Awal Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur, Kemenhub: Rangkaian KRL 5181 Tertemper Mobil

Tag:  #kemenhub #bentuk #khusus #dalami #keterlibatan #taksi #green #dalam #insiden #krlargo #bromo

KOMENTAR