BCA (BBCA) Buyback Saham Rp 5 Triliun, Apa Dampaknya untuk Investor?
PT Bank Central Asia Tbk (BCA), emiten berkode BBCA.(DOK. BCA)
16:52
29 April 2026

BCA (BBCA) Buyback Saham Rp 5 Triliun, Apa Dampaknya untuk Investor?

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mulai merealisasikan aksi pembelian kembali (buyback) saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 12 Maret 2026.

Perseroan memulai pelaksanaan buyback pada Selasa (28/4/2026) dengan periode selama 12 bulan, yakni hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih awal sesuai ketentuan yang berlaku.

Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong, mengatakan aksi buyback saham perseroan mencerminkan optimisme terhadap prospek pasar modal Indonesia, serta kekuatan fundamental bisnis perusahaan.

Baca juga: Net Sell Asing Rp 797 Miliar, BBCA Paling Banyak Dijual

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong saat konferensi pers virtual, Kamis (23/4/2026).Tangkapan layar Zoom. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong saat konferensi pers virtual, Kamis (23/4/2026).

“Pelaksanaan buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental bisnis perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Ia memastikan buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perseroan.

Selain itu, BBCA terus mencermati dinamika pasar selama periode pelaksanaan buyback berlangsung.

Baca juga: Analis Sebut Saham BBCA Tertekan Sentimen Makro, Simak Rekomendasinya

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham. BCA akan tetap berfokus pada fundamental bisnis dan melangkah secara prudent sepanjang tahun 2026,” tambahnya.

Adapun nilai buyback yang disiapkan perseroan mencapai maksimal Rp 5 triliun.

Untuk diketahui, saham BBCA berada di level Rp 5.975 atau turun 0,42 persen saat penutupan perdagangan Rabu ini.

Ilustrasi BCA. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menyiapkan skema operasional kantor cabang guna memastikan kebutuhan transaksi perbankan nasabah tetap terpenuhiSHUTTERSTOCK/SULASTRI SULASTRI Ilustrasi BCA. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menyiapkan skema operasional kantor cabang guna memastikan kebutuhan transaksi perbankan nasabah tetap terpenuhi

Saham ini sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp 6.025, namun gagal mempertahankan penguatan dan berbalik turun.

Baca juga: IHSG Anjlok 3 Persen, Saham AMMN, BBCA, hingga BREN Berguguran

Di sisi, struktur kepemilikan saham BBCA menunjukkan dominasi kuat pemegang saham pengendali.

Berdasarkan data terakhir per 13 April 2026, PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 67,73 miliar saham atau setara 54,94 persen.

Di bawahnya, sejumlah pemegang saham individu dan institusi memiliki porsi yang jauh lebih kecil.

Anthoni Salim memiliki 1,42 miliar saham atau sekitar 1,15 persen.

Baca juga: MSCI Bekukan Rebalancing Saham RI, BBCA dan BBNI Dinilai Tetap Stabil

Sementara itu, PT Tricipta Mandhala Gumilang menggenggam 1,31 miliar saham atau 1,07 persen, dan PT Caturguwiratna Sumapala memiliki 1,26 miliar saham atau sekitar 1,02 persen.

Tag:  #bbca #buyback #saham #triliun #dampaknya #untuk #investor

KOMENTAR