Sebut Hubungan Pemerintah dan Buruh Erat, Presiden KSPSI: Ini Sejarah
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang juga panitia May Day, Andi Gani Nena Weadalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).(Kompas.com/Dian Erika)
20:24
1 Mei 2026

Sebut Hubungan Pemerintah dan Buruh Erat, Presiden KSPSI: Ini Sejarah

- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea baru kali ini melihat hubungan kaum buruh dengan pemerintah begitu erat.

May Day 2026 menjadi bukti hubungan ini dan kedepannya diharapkan sinergi pemerintah dan kaum buruh makin kuat.

"Ini sejarah persatuan dan kesatuan buruh Indonesia. Mudah-mudahan semangat ini terus terjaga hingga May Day 2027," kata Andi Gani dikutip dari Antara, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: May Day di Monas, Bulog Salurkan 350.000 Paket Sembako untuk Buruh

Menurut dia,  buruh hadir di Monas pada May Day 2026 menyampaikan aspirasi ke Presiden Prabowo.

"Sebagai Ketua Panitia May Day 2026 saya sangat bahagia. Sekitar 250.000 buruh hadir di sini bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini hari yang luar biasa bagi buruh Indonesia," ujarnya.

Tak lupa, dirinya mengapresiasi teman-teman buruh yang menggelar aksi terpisah di depan DPR RI.

Baca juga: Presiden Prabowo Target 1 Juta Rumah untuk Para Buruh

Menurutnya, seperti ini wujud demokrasi dilaksanakan, boleh beda pendapat tetapi rasa persatuan itu tetap ada.

"Kami menghormati teman-teman yang melakukan aksi di DPR. Itu hal yang biasa dalam demokrasi. Namun sebagian besar kekuatan buruh hadir di Monas dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden," ucap Andi.

Baca juga: Buruh Akan Rayakan Hari Buruh Bareng Prabowo di Monas

1 juta rumah untuk buruh

Dalam peringatan May Day, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 1 juta rumah untuk para buruh dan kaum pekerja di Indonesia.

Rumah ini nantinya dibangun di dekat kawasan industri untuk meringankan biaya sewa serta transportasi para pekerja.

"Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350.000 rumah, tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah, kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah dan rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri, yang dekat dengan tempat bekerja," jelas Prabowo dihadapan massa aksi May Day, Monas, Jumat (1/5/2026) dikutip dari Kontan.

Baca juga: Presiden Prabowo Siapkan Kejutan untuk Para Buruh di May Day Monas

Selain perumahan, Prabowo ingin menggerakkan perekonomian di daerah-daerah dengan pembangunan fasilitas penunjang masa kini.

Misalnya, pembangunan fasilitas daycare, rumah sakit, sekolah, transportasi umum, hingga rumah susun.

Tujuannya untuk menghidupkan roda perekonomian.

Baca juga: Hari Buruh dan Kedaulatan Ketenagakerjaan yang Tergerus

"Dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi," kata Prabowo.

Menyoal daycare, ia berharap adanya fasilitas tersebut agar kedua orangtuanya bisa bekerja jika keadaan menuntut demikian.

Kemudian masalah transportasi, kaum buruh hendak diberi kartu khusus agar mendapat tarif ringan.

Baca juga: KSPI Batal Demo di Hari Buruh Usai Bertemu Prabowo, Pilih Rayakan May Day di Monas

Tag:  #sebut #hubungan #pemerintah #buruh #erat #presiden #kspsi #sejarah

KOMENTAR