Bahlil Siapkan Jurus Insentif dan Cabut Konsesi untuk Dongkrak Lifting Minyak
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan langkah agresif untuk mendongkrak produksi minyak nasional (lifting) yang selama ini terus tertahan.
Kata Bahlil, pemerintah mengombinasikan pendekatan insentif bagi pelaku usaha dengan langkah tegas berupa ancaman pencabutan konsesi bagi kontraktor yang dinilai tidak produktif.
Upaya ini dilakukan di tengah tren penurunan lifting dalam beberapa tahun terakhir, yang tidak pernah mencapai target APBN.
Baca juga: Permen ESDM 14/2025 Didorong Jadi Mesin Lifting Migas
Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.
Di sisi lain, kebutuhan konsumsi energi domestik terus meningkat, sehingga ketergantungan terhadap impor minyak masih cukup besar.
“Kenapa lifting kita enggak pernah naik? Intuisi sebagai mantan pengusaha, selalu melihat di setiap ada masalah, di situ ada peluang. Maka kemudian saya cek, ternyata sumur-sumur kita di luar sumur rakyat, itu ada 39.600 sumur yang dikuasai oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama),” ujar Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB di Jakarta pada Sabtu, (2/5/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bahlil mengidentifikasi sejumlah akar masalah, mulai dari dominasi sumur tua, banyaknya wilayah kerja yang sudah disetujui rencana pengembangannya (Plan of Development/POD) namun belum dieksekusi, hingga minimnya eksplorasi baru.
“Sumur-sumur kita 80 persen itu sumur tua, sebagian kita ini belum lahir. Ada yang sumur-sumur warisan dari zaman Belanda, ini kira-kira ceritanya yang sudah berjalan 90 tahun, 100 tahun lalu. Kedua, ternyata ada sekitar 300 lebih wilayah kerja yang sudah selesai POD, tapi tidak ada eksekusi-eksekusi,” tegasnya.
Baca juga: Lifting Minyak Lampaui Target APBN 2025, DPR Sebut Tren Stagnasi Produksi Mulai Berbalik
Sebagai solusi, pemerintah mendorong optimalisasi sumur eksisting melalui intervensi teknologi seperti enhanced oil recovery (EOR). Namun, karena investasi yang dibutuhkan cukup besar, pemerintah memberikan insentif fiskal agar proyek tetap menarik secara ekonomi.
Bahlil Lahadalia menghadiri resepsi pernikahan pasangan artis El Rumi dan Syifa Hadju di Hotel Raffles Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Salah satu kebijakan yang ditempuh Bahlil adalah penyesuaian tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return (IRR) bagi kontraktor migas.
Pemerintah menetapkan skema IRR yang lebih fleksibel, yakni hingga 13, 15, dan 17 persen untuk proyek ekspansi, guna mendorong percepatan produksi.
Selain insentif, pemerintah juga menempuh langkah tegas terhadap wilayah kerja yang mangkrak.
Baca juga: Lifting Minyak Masih Rendah, IESR: RI Tak Mampu Kurangi Impor BBM
Bahlil menegaskan tidak akan ragu mencabut konsesi jika kontraktor tidak menunjukkan progres dalam jangka waktu tertentu.
Ia mencontohkan proyek Blok Abadi Masela yang selama puluhan tahun tidak kunjung berjalan.
Pemerintah kemudian memberikan ultimatum agar proyek segera dieksekusi, dengan ancaman pencabutan izin jika tidak ada kemajuan signifikan.
“Harus kita berani dan tega untuk membuat keputusan yang win-win, yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Baca juga: Hampir 10 Tahun Penantian, Lifting Minyak RI Ukir Tonggak Sejarah Baru
Menurut Bahlil, pendekatan ini diperlukan untuk memastikan sumber daya alam benar-benar dimanfaatkan bagi kepentingan negara.
Ia menekankan bahwa pengelolaan migas harus berorientasi pada hasil, bukan sekadar perencanaan di atas kertas.
“Lapor sama Pak Presiden (Prabowo Subianto), saya bilang Pak, ini harus pakai cara-cara Papua,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat lelang wilayah kerja baru untuk meningkatkan eksplorasi.
Baca juga: Lifting Minyak Tembus 605.000 Barrel Per Hari di 2025
Saat ini terdapat lebih dari 120 blok migas yang disiapkan untuk ditawarkan kepada investor guna memperkuat cadangan dan produksi nasional ke depan.
Dengan kombinasi insentif dan penegakan disiplin tersebut, pemerintah optimistis lifting migas dapat meningkat secara bertahap dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Tag: #bahlil #siapkan #jurus #insentif #cabut #konsesi #untuk #dongkrak #lifting #minyak