Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris
Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, ketika ditemui di galerinya, Jl Potorono, Banguntapan, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)
06:33
5 Mei 2026

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Tidak semua usaha langsung dimulai dari hal besar. Ada kalanya semua bermula dari ruang seadanya, seperti yang terjadi pada UMKM batik tulis asal Yogyakarta, yakni Ethnic Gendhis.

Ethnic Gendhis didirikan oleh Erna Suseno pada 2018. Alih-alih memiliki toko yang memadai, alumni Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memulai usaha tersebut di ruang tamu rumahnya.

"Dulu saya memang di Kotagede, jadi saya hanya mengambil space ruang tamu saya. Ruang tamunya agak luas, agak lumayan, saya pakai untuk batik. Berjalan bagus dan orang-orang kota kalau ke tempat saya kan enggak jauh," kata Erna kepada Suara.com.

Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, ketika ditemui di galerinya, Jl Potorono, Banguntapan, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, ketika ditemui di galerinya, Jl Potorono, Banguntapan, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kalau buka di rumah itu, ada plus minusnya. Plusnya saya bisa 24 jam, misal malam ada yang minta difotoin saya masih bisa," imbuhnya.

"Tapi minusnya kalau ada tamu di luar batik, misal tamu suami saya. Saya sudah tidak punya ruang tamu lagi, terus tiba-tiba customer sudah di depan, saya bingung. Kemudian saya pindah ke sini dengan harapan, dipakai untuk kerja di sini," tuturnya menambahkan.

Kini, Ethnic Gendhis sudah memiliki galeri di Jl. Potorono No.18, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, dirinya juga bekerja sama dengan beberapa store, sehingga produknya bisa dipasarkan di Malioboro hingga Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Produk Sudah Go Internasional

Contoh produk batik tulis Ethnic Gendhis. (Suara.com/Irwan Febri)Contoh produk batik tulis Ethnic Gendhis. (Suara.com/Irwan Febri)

Walau dimulai dengan langkah sederhana, Ethnic Gendhis akhirnya mampu memasarkan produknya hingga kosumen luar negeri. Ini berkat ketekunan, keinginan kuat untuk terus belajar, serta tak lelah menjalin relasi baru dari Erna selaku owner.

Ethnic Gendhis pun sudah mengirimkan berbagai produknya ke berbagai negara, seperti Malaysia, Kanada, hingga Inggris.

"Pertama kalinya, waktu masih produksi kain. Itu ke Malaysia. Dia hubungi lewat Instagram. Beberapa kali kirim," ujar Erna.

"Terakhir ini UK tapi kustom, seperti scraf, tapi motifnya tak kunci ya. Mereka kirim desain, saya buatkan. Terus sarung-sarung bantal batik, itu ke UK juga. Jadi sudah pernah ke Malaysia sama UK. Ke Kanada juga pernah, itu beberapa kali. Pernah dibawa ke Korea Selatan," imbuhnya.

BRI Menjadi Jembatan untuk Berkembang

Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, ketika mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025. (Dok. BRI)Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, ketika mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025. (Dok. BRI)

Apa yang dicapai Erna Suseso tidak diraih dalam satu kedipan mata. Ada proses panjang yang dilalui. Salah satunya adalah ketika mengikuti program-program Bank BRI.

Wanita 55 tahun itu masih ingat betul program pertama yang dirinya ikuti, yakni Indonesia Mall. Acara itu membuat dirinya berkesempatan menjual produknya ke konsumen secara luas.

Erna benar-benar merasakan dampaknya karena mekanisme program yang praktis. Dirinya hanya mengirim produk ke BRI Cabang, kemudian akan diurus pihak BRI ke Jakarta hingga penjualan.

"Sebetulnya kalau boleh dibilang, BRI ini paling banyak memberikan saya kesempatan. Dulu ada namanya Indonesia Mall, di mana kami kirim barang lewat cabang-cabang" kata Erna.

"Misalnya Jogja, lalu barangnya lari ke Jakarta, lalu BRI yang menjualkan. Nanti kalau barangnya habis, lalu kami restock lagi dari Jogja. Itu sangat membantu sekali saat itu," imbuhnya.

Selain itu, dirinya terus mengikuti program lainnya, seperti pelatihan-pelatihan di Rumah BUMN BRI di Sagan, Yogyakarta hingga kegiatan BRILian Preneur.

"Saya bertemu Rumah BUMN, kebetulan yang mengelola BRI. Di situ saya belajar, saya dapat sertifikat pertaama untuk desainer dari situ. Sampai dua kali, basic dan kemudian advance," ungkap Erna.

"Kemudian ada BRILian Prenuer. Kalau sekarang namanya BRI Export ya. Kemarin ikut BRI Export itu, ini aku mau ikut lagi BRIncubator di rumah BUMN BRI. Saya lihat ada program yang cocok, saya masuk lagi," lanjut wanita yang meraih penghargaan UMKM Terbaik Level Up 2024 itu.

Terus Belajar meski Sudah Besar

Meski pencapaian Ethnic Gendhis sudah mengesankan Erna Suseso enggan cepat puas. Dirinya masih ingin terus belajar, apa yang perlu diperbaiki dan ditambah dari produknya sekarang.

Ia mengikuti beberapa pelatih. Selain berencana mengikuti BRIncubator 2026, dirinya saat ini sedang belajar bersama Dinas Perdagangan untuk mencari produk khas Ethnic Gendhis.

Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, di galerinya, Jl Potorono, Banguntapan, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri Rialdi)Owner Ethnic Gendhis, Erna Suseno, di galerinya, Jl Potorono, Banguntapan, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Saya ini kan masih belajar terus, saya ingin segera menemukan DNA saya. Ibarat rel saya terkadang masih suka belok-belok, ternyata itu tidak bisa. Kita harus punya DNA sendiri, supaya orang lihat tahu kalau Ethnic Gendhis," tegas Erna.

Harapannya, dengan terus belajar, Erna Suseso bisa membuat Ethnic Gendhis semakin mengepakkan sayapnya lebih luas.

Dari ruang tamu hingga menembus pasar internasional, perjalanan Ethnic Gendhis menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dengan ketulusan, konsistensi, dan kemauan belajar, tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Langkah kecil yang dijaga dengan tekun pada akhirnya mampu membawa mimpi melintasi batas dunia.

Editor: Irwan Febri

Tag:  #perjalanan #batik #tulis #ethnic #gendhis #dari #ruang #tamu #hingga #ekspor #inggris

KOMENTAR