Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram
Harga Emas antam terus mengalami penurunan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
09:21
5 Mei 2026

Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 5 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.760.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 35.000 dibandingkan Senin, 4 Mei 2026.

Sebagai catatan, harga emas antam sempat berubah pada Senin sore hari ke level Rp 2.795.000 per gram.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.545.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut jatuh Rp 40.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Seorang pegawai memegang emas batangan produksi Antam [Antara]Emas Antam terus mengalami turun harga. [Antara]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.433.575
  • 1 gram: Rp2.766.900
  • 2 gram: Rp5.473.650
  • 3 gram: Rp8.185.413
  • 5 gram: Rp13.608.938
  • 10 gram: Rp27.162.738
  • 25 gram: Rp67.781.030
  • 50 gram: Rp135.482.863
  • 100 gram: Rp270.887.530
  • 250 gram: Rp676.953.163
  • 500 gram: Rp1.353.695.800
  • 1000 gram: Rp2.707.351.500

Harga Emas Antam Terus Jatuh

Harga emas dunia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memicu kekhawatiran inflasi global.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 2 persen menjadi 4.523,23 dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah lebih dalam, yakni 2,4 persen ke level 4.533,30 dolar AS.

Tekanan terhadap logam mulia terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak Uni Emirat Arab, memicu lonjakan harga energi dan memperburuk ketegangan kawasan.

Situasi tersebut turut mendorong penguatan dolar AS, yang pada akhirnya membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini biasanya menekan permintaan emas di pasar global.

"Berita terbaru jelas tidak memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sekali lagi memunculkan momok masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup agresif kepada pasar mengenai suku bunga," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

Lonjakan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sejumlah pelaku pasar bahkan mulai memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Barclays menjadi salah satu institusi yang menilai The Fed kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini.

Pekan lalu, Federal Reserve diketahui mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan yang dinilai paling terpecah sejak 1992, di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, hingga payroll April yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

"Saya melihat level dukungan yang kuat di sekitar 4.200 dolar AS untuk emas. Saya pikir ada isu-isu yang lebih luas di akhir tahun yang dapat mendukung harga. Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa pedagang untuk keluar dari posisi dalam waktu dekat,” ujar Melek.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #emas #antam #semakin #terjangkau #harganya #kini #jutagram

KOMENTAR