Indonesia Tambah Sumber Genetik Sawit dari Tanzania, Ini Tujuannya
Upaya memperkuat fondasi genetik kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan PT Socfin Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Sumber Daya Genetik Asal Tanzania – Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Sumber Daya Genetik Sawit Asal Tanzania Dilepas, Dorong Produktivitas Nasional
Ilustrasi kelapa sawit. Harga referensi CPO untuk Juni 2025 turun 7,36 persen menjadi 856,38 dollar AS per ton. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan produksi di Malaysia dan melemahnya permintaan dari India.
Program ini merupakan tindak lanjut dari riset inisiatif Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian yang berfokus pada pengayaan sumber daya genetik kelapa sawit melalui eksplorasi internasional, khususnya dari Tanzania.
Program tersebut juga mendapat dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Pelepasan sumber daya genetik (SDG) tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas keragaman plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
Keragaman genetik dinilai sebagai faktor kunci dalam menghasilkan varietas unggul yang lebih produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta tahan terhadap berbagai cekaman lingkungan.
Baca juga: B50 Picu Lonjakan Permintaan CPO, Pemerintah Kejar Produktivitas Sawit
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyampaikan sumber daya genetik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
"Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki. Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya Genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia,” ujar Eddy dalam siaran pers, Rabu (6/5/2026).
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono saat ditemui usai konferensi pers di Karet, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional menjadi faktor penting dalam penguatan industri sawit nasional.
"Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting. Pendistribusian SDG ini bukan hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di kancah global," papar Eddy.
Baca juga: Wacana Penutupan Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun Dinilai Ancam Petani Swadaya
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili oleh Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, Aprida Cristin, mengatakan pemasukan benih kelapa sawit sumber daya genetik asal Tanzania merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pertanian nasional.
"Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih kelapa sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia," kata Aprida.
Ia menjelaskan, sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian, benih tersebut telah melalui tahapan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif.
Selanjutnya, dilakukan serangkaian tindakan karantina tumbuhan, mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.
Baca juga: Kebijakan Limbah Sawit Perlu Dikaji Ulang, Berisiko Picu Biaya dan Ekologi
"Seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama karantina, guna mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional," ujar Aprida.
Direktur Utama BPDP yang diwakili Direktorat Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit melalui berbagai riset inisiatif strategis.
"BPDP memiliki komitmen dalam mendukung riset inisiatif strategis. Dukungan pendanaan merupakan bagian dari upaya penguatan industri sawit," ucapnya.
Tag: #indonesia #tambah #sumber #genetik #sawit #dari #tanzania #tujuannya