Harga Emas Dunia Melonjak, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi
- Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026) waktu setempat atau Kamis (7/5/2026) pagi WIB, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,8 persen menjadi 4.685,23 dollar AS per ons, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 27 April 2026. Sementara harga emas berjangka AS ditutup menguat 2,8 persen ke level 4.694,30 dollar AS per ons.
Penguatan harga emas juga didukung pelemahan indeks dollar AS sebesar 0,4 persen. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor pada logam kuning tersebut.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant mengatakan, optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran memicu sentimen positif di pasar emas.
"Optimisme mengenai kesepakatan final antara AS dan Iran setidaknya telah memberikan kelegaan jangka pendek bagi pasar emas, dengan turunnya harga minyak, meredanya kekhawatiran inflasi, dan berubahnya pandangan terkait kebijakan Federal Reserve pada akhir tahun nanti," ujar Grant.
Baca juga: Navigasi Stabilitas Moneter dan Emas sebagai Pelindung Nilai
Meski demikian, ia menilai pasar masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Iran sebelumnya menyatakan tengah meninjau proposal baru dari AS, setelah sejumlah sumber menyebut Washington dan Teheran sedang mengupayakan memorandum satu halaman untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Namun, isu sensitif seperti program nuklir Iran disebut akan dibahas belakangan.
Laporan mengenai potensi kesepakatan tersebut turut menekan harga minyak dunia. Harga minyak Brent tercatat turun mendekati level 100 dollar AS per barrel.
Penurunan harga minyak dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global. Sebaliknya, harga energi yang tinggi biasanya meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Namun, lingkungan suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Baca juga: Gelombang PHK Raksasa Teknologi, Sinyal Tekanan Baru Ekonomi AS
Pelaku pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat mendatang.
Data tersebut dipandang menjadi petunjuk penting apakah ekonomi AS masih cukup kuat sehingga Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi, atau justru membuka peluang pemangkasan suku bunga jika pasar tenaga kerja mulai melemah.
Sementara itu, laporan ADP National Employment menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor swasta AS pada April meningkat lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Adapun harga logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan signifikan. Harga perak spot melonjak 6 persen menjadi 77,16 dollar AS per ons, platinum naik 4,7 persen menjadi 2.044 dollar AS per ons, dan paladium menguat 3,3 persen ke level 1.535 dollar AS per ons.
Tag: #harga #emas #dunia #melonjak #harapan #perdamaian #iran #redakan #kekhawatiran #inflasi