Senat AS Setujui Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed
Senat Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Rabu (13/5/2026).()
08:28
14 Mei 2026

Senat AS Setujui Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed

- Senat Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Rabu (13/5/2026).

Warsh akan memimpin bank sentral AS di tengah tekanan inflasi yang semakin tinggi dan perdebatan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Dikutip dari CNBC, Warsh (56 tahun), lolos melalui voting ketat dengan perolehan suara 54 banding 45. Hasil tersebut menjadi pemungutan suara paling sengit dalam sejarah modern pengangkatan Ketua The Fed.

Ia menggantikan Jerome Powell yang telah menjabat sejak 2018 dan masa tugasnya sebagai ketua berakhir pada Jumat pekan ini.

Baca juga: Data Inflasi AS Jadi Penentu Suku Bunga The Fed, Rupiah Terdesak

Proses pemilihan pengganti Powell berlangsung selama berbulan-bulan sejak musim panas 2025.

Voting di Senat berlangsung hampir sepenuhnya mengikuti garis partai, dengan hanya Senator Partai Demokrat asal Pennsylvania John Fetterman yang memberikan dukungan kepada Warsh.

Warsh menjadi Ketua The Fed ke-11 dalam era modern sistem perbankan AS.

Meski tak lagi menjabat sebagai ketua, Powell tetap berada di The Fed karena masih memiliki dua tahun masa jabatan sebagai gubernur bank sentral.

Bulan lalu, Powell menyatakan akan bertahan setidaknya hingga investigasi renovasi kantor pusat The Fed selesai. Terakhir kali mantan Ketua The Fed kembali menjadi anggota dewan gubernur terjadi hampir 80 tahun lalu.

Baca juga: Dari Pandemi hingga Tekanan Politik Trump, Ini Warisan Kepemimpinan Powell di The Fed

Sebelumnya, Trump secara terbuka menginginkan Ketua The Fed baru yang lebih agresif memangkas suku bunga. Selama beberapa waktu terakhir, Trump juga kerap mengkritik Powell karena dinilai mempertahankan kebijakan moneter yang terlalu ketat.

Dalam proses pencarian Ketua The Fed baru, nama Warsh bersaing dengan sejumlah kandidat lain, termasuk Gubernur The Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman.

Juru Bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan, pengesahan Warsh menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan terhadap pengambilan keputusan The Fed.

“Pengesahan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve merupakan langkah positif untuk memulihkan akuntabilitas, kompetensi, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan The Fed,” ujar Desai.

Baca juga: Trump Kesal Jerome Powell Bertahan di The Fed: Dia Tak Bisa Dapat Pekerjaan Lain

Tantangan inflasi masih tinggi

Pengesahan Warsh berlangsung di tengah munculnya laporan terbaru yang menunjukkan inflasi AS masih berada jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen. Tekanan harga dari sisi produsen juga tercatat meningkat pada level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Bahkan, sebagian pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

Anggota DPR AS dari Partai Republik asal Arkansas, French Hill, memuji rekam jejak Warsh dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Ketua Warsh berulang kali menekankan pentingnya keterjangkauan dan stabilitas harga sebagai pusat agenda ekonomi kita. Komitmennya terhadap kebijakan moneter yang disiplin akan membantu memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi dan mendukung kemakmuran jangka panjang,” ujar Hill.

Meski demikian, Warsh belum memberikan komentar terkait pengesahannya tersebut.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga Acuan Jelang Jerome Powell Mundur, Diwarnai Perbedaan Pendapat Terbesar Sejak 1992

Pernah kritisi kebijakan The Fed

Ini bukan pertama kalinya Warsh berada di lingkungan The Fed. Ia pernah menjabat sebagai gubernur bank sentral AS pada periode 2006-2011, termasuk saat krisis keuangan global akibat runtuhnya pasar kredit perumahan subprime mortgage.

Pada masa itu, The Fed menjalankan berbagai kebijakan besar untuk menyelamatkan perekonomian AS, termasuk program pembelian aset dalam jumlah besar atau quantitative easing yang membuat neraca The Fed melonjak hingga lebih dari 4 triliun dollar AS.

Warsh saat itu menilai kebijakan tersebut sudah terlalu berlebihan.

Setelah meninggalkan The Fed, Warsh konsisten menjadi pengkritik kebijakan moneter bank sentral. Ia bahkan menyerukan “perubahan rezim” di tubuh The Fed.

Di luar aktivitasnya di bank sentral, Warsh diketahui menjadi pengajar di Stanford School of Business dan duduk di sejumlah dewan direksi perusahaan.

Warsh menggantikan Stephen Miran di dewan gubernur The Fed. Miran sendiri ditunjuk menjadi gubernur pada September 2025 untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Adriana Kugler yang mengundurkan diri secara mendadak pada Agustus 2025.

Baca juga: Bitcoin Melesat, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS

Selama menjabat, Miran beberapa kali berbeda pendapat dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Pada tiga rapat terakhir tahun 2025, saat mayoritas anggota mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, Miran justru menginginkan penurunan lebih besar hingga 50 basis poin.

Tahun ini, Miran juga menolak keputusan mempertahankan suku bunga acuan dan mendorong pemangkasan sebesar 25 basis poin.

Rapat pertama Warsh sebagai Ketua FOMC dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni 2026.

Selain itu, Warsh juga tercatat sebagai Ketua The Fed terkaya dalam sejarah modern dengan total aset diperkirakan melampaui 100 juta dollar AS. Sesuai aturan etika terbaru di The Fed, ia diwajibkan melepas sejumlah investasi pribadinya selama menjabat sebagai ketua.

Tag:  #senat #setujui #kevin #warsh #jadi #ketua #baru

KOMENTAR