Qatar Kembali Kirim LNG Lewat Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran
- Qatar kembali mencoba mengirim gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) melalui Selat Hormuz di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung.
Jika berhasil melintas, pengiriman tersebut akan menjadi ekspor LNG pertama Qatar sejak perang di kawasan pecah pada akhir Februari 2026.
Mengutip Bloomberg, Sabtu (9/5/2026), kapal tanker LNG Al Kharaitiyat saat ini berada di perairan antara Oman dan Iran setelah memuat LNG dari fasilitas ekspor Ras Laffan milik Qatar pada awal bulan ini.
Baca juga: Inggris Susul Misi Perancis di Selat Hormuz, Kerahkan Kapal Perang
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, Pakistan menjadi tujuan berikutnya dari pengiriman tersebut.
Kapal itu dilaporkan melintasi jalur utara yang disetujui Teheran, dekat Pulau Qeshm dan Larak di Iran.
Sebelumnya, Qatar telah beberapa kali mencoba mengirim LNG melalui Selat Hormuz. Namun, seluruh kapal tanker yang dikirim terpaksa berbalik arah akibat memburuknya situasi keamanan di kawasan.
Padahal, Qatar merupakan salah satu produsen LNG terbesar dunia dengan kontribusi hampir seperlima pasokan LNG global sepanjang tahun lalu.
Baca juga: Apa Itu Selat Hormuz dan Mengapa Jalur Ini Sangat Penting bagi Dunia?
Sejak konflik dimulai, tidak ada LNG Qatar yang berhasil keluar dari Teluk Persia. Kondisi tersebut memperketat pasokan global LNG, mendorong kenaikan harga, serta memicu kekurangan pasokan di sejumlah negara berkembang di Asia.
Ancaman keamanan di kawasan juga masih tinggi. Iran dan AS disebut menerapkan blokade de facto yang membuat kapal-kapal pengangkut energi menghadapi risiko besar saat melintas di Selat Hormuz.
Setidaknya, dua kapal tanker LNG milik Abu Dhabi National Oil Co. dilaporkan berhasil melewati Selat Hormuz sejak konflik dimulai.
Meski demikian, volume pengiriman tersebut masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang, yang mencapai sekitar tiga pengiriman LNG per hari.
Baca juga: AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku
Berdasarkan basis data kapal Equasis, Al Kharaitiyat dimiliki oleh perusahaan pelayaran Qatar, Nakilat. Hingga kini, Nakilat maupun QatarEnergy belum memberikan tanggapan terkait pengiriman tersebut.
Sebelumnya diberitakan, ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah AS menyerang target militer Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap tiga kapal perang Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump mengatakan Washington akan merespons lebih keras apabila Iran tidak menerima proposal perdamaian yang diajukan AS.
Eskalasi terbaru tersebut memicu kekhawatiran gencatan senjata rapuh antara kedua negara dapat runtuh dan kembali mengganggu distribusi energi global melalui Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis itu merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan LNG dunia. Ketidakpastian situasi keamanan di kawasan turut memicu volatilitas harga energi global.
Tag: #qatar #kembali #kirim #lewat #selat #hormuz #tengah #konflik #iran