Baru Sebulan IPO, Saham WBSA Masuk Daftar Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Ilustrasi saham(PIXABAY/STOCKSNAP)
07:33
10 Mei 2026

Baru Sebulan IPO, Saham WBSA Masuk Daftar Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Pengumuman tersebut disampaikan BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berdasarkan struktur kepemilikan saham perseroan dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat per 7 Mei 2026. Kendati, status HSC tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.

“Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” demikian bunyi pengumuman BEI dan KSEI pada Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Euforia Saham WBSA Usai IPO, Naik 307 Persen, Risiko Ritel Mengintai

Berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration terhadap struktur kepemilikan saham perseroan, saham WBSA dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,82 persen dari total saham perseroan.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar saham WBSA masih terkonsentrasi pada kelompok pemegang saham tertentu, sementara porsi saham yang beredar di publik relatif terbatas.

WBSA merupakan emiten pertama yang melantai di pasar modal pada tahun 2026. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 10 April 2026.

WBSA tercatat melepas sebanyak 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran saham perdana ditetapkan sebesar Rp 168 per saham. Dengan aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 302,4 miliar dari pasar modal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, pemegang saham terbesar WBSA dipegang oleh Tiga Beruang Kalifornia dengan kepemilikan mencapai 6,85 miliar saham atau setara 79,01 persen dari total saham perseroan.

Baca juga: IPO WBSA, Sektor Logistik Jadi Sorotan

Selain itu, terdapat pula sejumlah investor institusi lain dengan kepemilikan signifikan, yakni Caerdydd Investments sebanyak 422,14 juta saham atau setara 4,87 persen, Lion Trust 356,89 juta saham atau 4,11 persen, serta Zico Trust dengan kepemilikan 324,18 juta saham atau setara 3,74 persen.

Jika diakumulasikan, empat pemegang saham utama tersebut menguasai lebih dari 91 persen saham WBSA.

Pada perdagangan Jumat pekan ini, saham WBSA ditutup melemah 140 poin atau turun 9,69 persen ke level Rp 1.305. Penurunan tersebut terjadi setelah saham WBSA sempat berada di posisi Rp 1.445 pada perdagangan sebelumnya.

Meski mengalami koreksi tajam, harga saham WBSA masih jauh di atas harga penawaran umum perdana sebesar Rp 168 per saham.

Sebagai informasi, WBSA bergerak di bidang logistik dan transportasi, meliputi angkutan multimoda, angkutan barang umum, angkutan barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas cold storage, bonded warehousing atau kawasan berikat, hingga aktivitas perusahaan holding.

Tag:  #baru #sebulan #saham #wbsa #masuk #daftar #konsentrasi #kepemilikan #tinggi

KOMENTAR