IHSG Anjlok 1,14 Persen di Sesi I, Saham Big Caps Jadi Beban
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
13:32
11 Mei 2026

IHSG Anjlok 1,14 Persen di Sesi I, Saham Big Caps Jadi Beban

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada sesi pertama perdagangan, Senin (11/5/2026).

Tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar atau big caps membuat laju indeks terkoreksi cukup dalam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,14 persen ke level 6.890,272 pada akhir perdagangan sesi pertama.

Koreksi indeks dipicu aksi jual pada sejumlah saham unggulan yang memiliki bobot besar terhadap pergerakan pasar.

Baca juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Tertekan ke Rp 17.416 per Dollar AS

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu penekan utama setelah ambles 8 persen.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga turun 8 persen. Sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 5,1 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 5 persen.

Tekanan pada saham unggulan membuat pergerakan IHSG tertinggal dibanding mayoritas indeks saham di kawasan Asia.

Hingga siang hari, sebagian besar bursa utama Asia memang bergerak melemah. Namun, koreksinya relatif lebih terbatas dibanding pasar saham domestik.

Bursa Shanghai bahkan masih mampu bergerak di zona hijau dengan kenaikan mendekati 1 persen.

Secara sektoral, hanya dua indeks sektoral yang bertahan di zona hijau.

Sektor transportasi dan energi menjadi dua sektor dengan pelemahan terdalam dan menambah tekanan terhadap IHSG sepanjang sesi pertama perdagangan.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Ritel bisa Cermati Saham MAPI, AADI hingga BULL

IHSG dibuka di level 6.959,943 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.968,926.

Tekanan jual kemudian menyeret indeks ke titik terendah di area 6.846,632 sebelum bergerak di kisaran 6.880 hingga 6.890 sampai akhir sesi pertama.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai.

Volume transaksi mencapai 24,178 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,449 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,69 juta kali transaksi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 439 saham berada di zona merah.

Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan 236 saham yang menguat. Sementara 138 saham lainnya bergerak stagnan.

Tag:  #ihsg #anjlok #persen #sesi #saham #caps #jadi #beban

KOMENTAR