BPS dan Kemenhaj Mulai Survei Kepuasan Haji 2026, Libatkan 14.400 Jemaah
Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Haji RI mulai melaksanakan Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026.
Sebanyak 14.400 jemaah ditargetkan menjadi responden untuk memetakan kualitas pelayanan haji tahun ini secara menyeluruh.
Hasil survei akan digunakan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan haji, mulai dari keberangkatan di Indonesia hingga rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Baca juga: Rekrutmen Mitra BPS 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
BPS telah menerjunkan tujuh pengawas ahli untuk menjaga akurasi data di lapangan.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik probability sampling agar hasil survei lebih representatif dan tidak dipengaruhi intervensi.
"Kami tidak pilih-pilih sampel. Semua jemaah memiliki peluang yang sama untuk memberikan penilaian, sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak hanya mengambil testimoni yang bagus-bagus saja," tegas Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, Selasa (12/5).
Evaluasi tahun ini menggunakan metodologi berbeda dibandingkan survei sebelumnya.
Dadang mengatakan, BPS tidak hanya mengukur hasil akhir layanan, tetapi juga menilai seluruh proses yang dijalani jemaah.
"Kami tidak hanya melihat hasil akhir atau output layanan saja, tetapi juga mendalami setiap proses yang dilaluinya," ujar Dadang.
Baca juga: Bukan Hanya Jemaah, Petugas Haji 2026 Kini Wajib Vaksin Ini oleh Saudi
Survei SKLHI 2026 mencakup sembilan lokasi pengamatan utama, termasuk Madinah, Jeddah, serta kawasan Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pengukuran kepuasan dibagi dalam tiga klaster utama.
Klaster pertama mencakup layanan di dalam negeri. Aspek yang dievaluasi meliputi administrasi, transportasi menuju bandara, kenyamanan asrama embarkasi, hingga kesiapan petugas haji.
Klaster kedua mencakup layanan di luar negeri. Penilaian dilakukan terhadap hotel, tenda di Arafah dan Mina, transportasi antarkota, fasilitas ibadah, serta layanan kesehatan.
Klaster ketiga berfokus pada konsumsi. Penilaian meliputi kualitas gizi, variasi menu, ketepatan distribusi makanan, dan ketertiban pembagian konsumsi.
Hingga awal Mei 2026, tim survei telah mendistribusikan sekitar 5.080 kuesioner digital menggunakan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Metode survei juga dipadukan dengan observasi langsung dan wawancara mendalam atau in-depth interview untuk memperkuat hasil pengumpulan data.
BPS menargetkan indeks kepuasan layanan haji 2026 dipublikasikan pada Juli atau Agustus 2026.
Laporan tersebut akan digunakan sebagai acuan evaluasi dan perbaikan layanan haji ke depan.
"Hasil survei ini akan menjadi kompas bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan di masa mendatang. Hal-hal yang sudah bagus akan dipertahankan, sementara yang kurang akan segera dievaluasi demi kenyamanan tamu Allah," tutup Dadang.
Tag: #kemenhaj #mulai #survei #kepuasan #haji #2026 #libatkan #14400 #jemaah