Industri Pulp dan Kertas RI Target Jadi Pemain Besar Pasar Karbon Global
Pengurus Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia di sela-sela Business Forum on Carbon Market yang digelar di New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2026)(Dokumentasi Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia)
16:12
13 Mei 2026

Industri Pulp dan Kertas RI Target Jadi Pemain Besar Pasar Karbon Global

- Industri pulp dan kertas mulai membidik peluang baru dari perdagangan karbon kehutanan global seiring perubahan arah pengelolaan hutan di Indonesia.

Kini, nilai ekonomi hutan tidak lagi hanya berasal dari kayu, tetapi juga karbon, jasa lingkungan, keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat.

Peluang itu menguat setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur perdagangan karbon sektor kehutanan dan implementasi multi usaha kehutanan.

Baca juga: Izin Dicabut, Toba Pulp Lestari (INRU) Setop Operasi dan PHK Karyawan

Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Suhendra Wiriadinata mengatakan regulasi tersebut memberi kepastian hukum sekaligus membuka ruang pengembangan bisnis karbon di sektor kehutanan.

“Industri pulp dan kertas Indonesia menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi dan kerangka tata kelola yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan,” ujar Suhendra dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, karbon menjadi nilai tambah baru bagi industri pulp dan kertas, tetapi tidak menggantikan fungsi utama sektor tersebut sebagai produsen bahan berbasis serat terbarukan.

Industri saat ini memperkuat strategi rendah karbon melalui pengelolaan hutan tanaman industri berkelanjutan, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, hingga inovasi produk daur ulang.

Suhendra menilai produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan semakin dibutuhkan pasar global karena dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menggantikan material berbasis fosil.

“Produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan merupakan bagian penting dari solusi iklim karena dapat menggantikan material berbasis fosil, mendukung pengurangan emisi, serta menjawab kebutuhan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Baca juga: Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS

APKI juga melihat pasar karbon berpotensi menarik investasi lebih besar untuk restorasi gambut, rehabilitasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan industri.

Meski demikian, Suhendra menilai keberhasilan pasar karbon tetap bergantung pada kualitas proyek, transparansi pengukuran, kejelasan metodologi, dan penerimaan pasar internasional.

“APKI bersama seluruh anggota berkomitmen mendukung pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, memberikan manfaat lingkungan yang nyata, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia optimistis Indonesia memiliki peluang menjadi pemain utama perdagangan karbon berbasis kehutanan di tingkat global apabila didukung regulasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam perdagangan karbon berbasis kehutanan di tingkat global,” lanjut Suhendra.

Sebagai bagian dari penguatan pasar karbon, industri pulp dan kertas Indonesia ikut terlibat dalam Business Forum on Carbon Market di New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2026).

Forum yang menjadi bagian dari United Nations Forum on Forests 2026 itu mempertemukan pemerintah, investor internasional, pelaku usaha kehutanan, asosiasi perdagangan emisi, hingga mitra strategis.

Pembahasan forum mencakup peluang pengembangan proyek karbon dan pembiayaan berbasis alam atau nature finance di Indonesia.

Melalui forum tersebut, Indonesia juga menegaskan komitmen memperkuat sektor kehutanan sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim global sekaligus mendukung target FOLU Net Sink 2030.

Tag:  #industri #pulp #kertas #target #jadi #pemain #besar #pasar #karbon #global

KOMENTAR