Iran Sebut AS Kini Terbuka untuk Negosiasi, Beda dengan Sebelumnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
20:18
15 Mei 2026

Iran Sebut AS Kini Terbuka untuk Negosiasi, Beda dengan Sebelumnya

- Iran menyampaikan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) kini lebih terbuka untuk bernegosiasi, berbeda dari sebelumnya yang menolak mentah-mentah proposal Teheran.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (15/5/2026), di hadapan awak media di ibu kota India.

Araghchi menyebutkan, Pemerintah Iran telah menerima pesan dari AS yang menunjukkan Presiden Donald Trump terbuka melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Baca juga: Ada Upaya Baru Iran untuk Tekan Negara Barat, Manfaatkan Kabel Bawah Laut

"Yang dikatakan bahwa Amerika Serikat menolak proposal Iran atau tanggapan Iran terhadap proposal Amerika itu sudah beberapa hari yang lalu, ketika Tuan Trump mencuit dan mengatakan itu tidak dapat diterima," kata Araghchi, dikutip dari AFP.

"Tetapi setelah itu kami menerima pesan lagi dari Amerika yang mengatakan, mereka bersedia melanjutkan pembicaraan dan melanjutkan interaksi."

Trump tak sabar dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di hadapan media ketika hendak menaiki helikopter kepresidenan Marine One dari South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, untuk bersiap menghadiri KTT NATO di Den Haag, Belanda, 24 Juni 2025. Beberapa jam sebelum agenda pertemuan di Gedung Putih pada Senin (18/8/2025),AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara di hadapan media ketika hendak menaiki helikopter kepresidenan Marine One dari South Lawn, Gedung Putih, Washington DC, untuk bersiap menghadiri KTT NATO di Den Haag, Belanda, 24 Juni 2025. Beberapa jam sebelum agenda pertemuan di Gedung Putih pada Senin (18/8/2025),Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa dirinya tak akan lagi bersikap sabar terhadap Iran.

Presiden ke-45 dan 47 AS itu mendesak Teheran segera mencapai kesepakatan dengan Washington saat kedua negara masih diselimuti ketegangan.

"Saya tidak bisa jauh lebih sabar lagi," ujar Trump dalam wawancara di program Hannity dari Fox News, Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat.

"Mereka harus membuat kesepakatan," lanjutnya.

Dalam wawancara itu, Trump mengeluarkan pernyataan terkait upaya AS mengambil simpanan uranium yang diperkaya milik Iran. 

Baca juga: Iran hingga Taiwan, Apa Saja Deretan Kesepakatan Trump dan Xi Jinping

Menurutnya, langkah tersebut lebih berkaitan dengan persepsi publik daripada masalah keamanan yang mendesak.

"Saya rasa itu tidak perlu, kecuali dari sudut pandang hubungan masyarakat," kata Trump.

Meskipun demikian, Trump mengaku tetap menginginkan pengalihan materi nuklir tersebut demi ketenangan pribadi.

Di sisi lain, Teheran yang merupakan anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir selalu membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Iran menegaskan hak mereka untuk mengembangkan teknologi nuklir guna tujuan damai, termasuk pengayaan uranium.

Baca juga: Tegang dengan Iran, UEA Kebut Bangun Pipa Minyak Hindari Selat Hormuz

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Tag:  #iran #sebut #kini #terbuka #untuk #negosiasi #beda #dengan #sebelumnya

KOMENTAR