OJK Ungkap Bakal Ada Bank Syariah Baru Tahun Ini
Ilustrasi ekonomi syariah, keuangan syariah.(SHUTTERSTOCK/IMRANKADIR)
06:20
17 Mei 2026

OJK Ungkap Bakal Ada Bank Syariah Baru Tahun Ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bakal ada satu bank syariah baru yang terbentuk pada tahun 2026.

Bank baru tersebut merupakan hasil proses spin-off yang ditujukan untuk memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, bank baru tersebut nantinya akan masuk dalam kelompok Bank Umum Syariah (BUS) dan memperkuat posisi industri pada kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

Baca juga: OJK Resmi Bedakan Produk Simpanan dan Investasi di Bank Syariah

“Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2,” ujar Dian dalam siaran pers, dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Menurut Dian, penguatan struktur industri perbankan syariah terus dilakukan seiring pertumbuhan industri yang dinilai solid dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, aset industri perbankan syariah tercatat tumbuh 10,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.061,61 triliun.

Sementara itu, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82 persen (yoy) menjadi Rp 716,40 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen (yoy) menjadi Rp 811,76 triliun.

Baca juga: Sinergi 3 Bank Syariah Kelola Dana Antarbank, Potensi Transaksinya Hampir Rp 1 Triliun

OJK juga mencatat rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus meningkat hingga mencapai 87,65 persen.

Adapun kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 2,28 persen dan NPF Net 0,87 persen.

Ilustrasi keuangan syariah, ekonomi syariah.SHUTTERSTOCK/YURIY K Ilustrasi keuangan syariah, ekonomi syariah.

Dian mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi bagian penting dari transformasi industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027.

“Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027,” kata Dian.

Baca juga: Spin-off UUS Dikebut, OJK Ingin Bank Syariah Punya Skala Lebih Besar

Selain pembentukan BUS baru, konsolidasi juga dilakukan pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah.

Dian menyebut, saat ini terdapat proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat dan efisien.

Di sisi lain, OJK juga terus mendorong pengembangan produk dan model bisnis syariah. Salah satunya melalui penerbitan sembilan pedoman produk perbankan syariah dan POJK Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah.

OJK mencatat, implementasi produk syariah juga terus berkembang.

Baca juga: KNEKS Soroti Dampak Spin-off UUS: Banyak Bank Syariah Skala Kecil

Realisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) telah dilakukan pada 9 BUS, 3 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 9 BPR Syariah dengan total nilai proyek mencapai Rp 907,73 juta serta penghimpunan dana Rp 22,76 miliar.

Selain itu, Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah diimplementasikan oleh 1 BUS dan 1 UUS dengan total nominal piloting mencapai Rp 1,35 triliun.

Dian menambahkan, dukungan perbankan syariah terhadap sektor riil dan UMKM juga terus ditingkatkan.

Hal itu tercermin dari total penyaluran pembiayaan UMKM oleh industri perbankan syariah yang mencapai Rp 217,86 triliun.

Tag:  #ungkap #bakal #bank #syariah #baru #tahun

KOMENTAR