SpaceX Kian Dekat Melantai di Bursa, IPO Berpotensi Pecahkan Rekor
SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.(X/@SpaceX)
06:27
20 Mei 2026

SpaceX Kian Dekat Melantai di Bursa, IPO Berpotensi Pecahkan Rekor

– Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan menunjuk Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama (lead left) dalam rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

IPO tersebut berpotensi menjadi salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah pasar modal jika melihat valuasi SpaceX yang terus melesat dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip CNBC, Rabu (20/5/2026), menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Goldman Sachs akan menempati posisi terdepan dalam prospektus IPO SpaceX.

Setelah itu, Morgan Stanley berada di posisi berikutnya, disusul Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase.

Baca juga: IPO SpaceX Makin Dekat, BlackRock Dikabarkan Siap Investasi Jumbo

SpaceX disebut dapat membuka dokumen prospektus ke publik paling cepat pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat, setelah sebelumnya mengajukan dokumen secara rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada bulan lalu.

Rencana IPO ini diperkirakan menarik perhatian besar investor global.

Pasalnya, valuasi SpaceX terakhir disebut mencapai 1,25 triliun dollar AS setelah Elon Musk menggabungkan perusahaan roket tersebut dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan miliknya, pada Februari 2026.

Jika valuasi tersebut dipertahankan saat IPO, maka SpaceX berpeluang mencetak rekor baru di pasar saham Amerika Serikat.

Selama ini, hanya sedikit perusahaan teknologi yang mampu menembus valuasi di atas 100 miliar dollar AS pada hari pertama perdagangan saham di bursa AS. Facebook dan Alibaba menjadi dua contoh perusahaan teknologi yang pernah mencatat capaian tersebut.

Baca juga: Elon Musk Pastikan Tak Lepas Saham SpaceX Jelang IPO Terbesar Dunia

Belum lama ini, perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan Cerebras juga mencatat debut di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar 95 miliar dollar AS.

Fenomena tersebut memperkuat tren meningkatnya minat investor terhadap perusahaan teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

SpaceX berpacu menuju bursa saham

Langkah SpaceX menuju pasar publik juga dinilai lebih cepat dibanding sejumlah perusahaan AI lain yang tengah bersiap melakukan IPO.

OpenAI dan Anthropic, dua perusahaan pengembang model AI yang saat ini bernilai mendekati 1 triliun dollar AS berdasarkan pendanaan investor swasta, juga dikabarkan mempertimbangkan penawaran saham perdana dalam waktu dekat.

Bagi Musk, rencana IPO SpaceX hadir di tengah dinamika lain yang juga menyita perhatian publik.

Baca juga: Sampah Roket SpaceX Diprediksi Tabrak Bulan Agustus 2026

Beberapa hari sebelumnya, Musk mengalami kekalahan hukum dalam sengketa melawan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman.

Musk menggugat Altman pada 2024 dengan tuduhan melanggar komitmen awal OpenAI sebagai organisasi nirlaba. Namun, dewan juri penasihat di Oakland, California, memutuskan Musk terlambat mengajukan gugatan.

Putusan tersebut kemudian diadopsi Hakim Distrik Yvonne Gonzalez Rogers. Musk menyebut keputusan itu hanya persoalan teknis administratif dan memastikan akan mengajukan banding.

Goldman Sachs kembali dampingi Elon Musk

Ini bukan kali pertama Goldman Sachs bekerja sama dengan Elon Musk dalam proses IPO perusahaan miliknya.

Saat Tesla melantai di bursa pada 2010, Goldman Sachs juga menjadi penjamin emisi utama dalam pencatatan saham perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Kala itu, Morgan Stanley, JPMorgan, dan Deutsche Bank turut masuk dalam jajaran institusi keuangan yang menangani IPO Tesla.

Hingga kini, SpaceX belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar penunjukan bank-bank investasi tersebut.

Baca juga: SpaceX Siap IPO Raksasa, Bisa Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah

Investor besar mulai berebut posisi

Menjelang rencana IPO tersebut, minat investor besar terhadap SpaceX juga terus menguat.

Raksasa pengelola aset dunia, BlackRock, dikabarkan mempertimbangkan investasi senilai 5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS dalam penawaran saham perdana perusahaan tersebut.

SpaceX disebut menargetkan penghimpunan dana sekitar 75 miliar dollar AS dengan valuasi mencapai 1,75 triliun dollar AS. Jika terealisasi, nilai tersebut berpotensi menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

Antusiasme investor tidak lepas dari dominasi bisnis SpaceX di industri antariksa global.

Didirikan pada 2002, perusahaan milik Elon Musk itu disebut menguasai lebih dari 80 persen peluncuran roket global dan memiliki lebih dari 10.000 satelit Starlink yang menyediakan layanan internet berbasis satelit.

Perusahaan tersebut juga menjadi mitra utama NASA dan Pentagon, termasuk dalam pengembangan proyek pertahanan rudal "Golden Dome" yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.

Tag:  #spacex #kian #dekat #melantai #bursa #berpotensi #pecahkan #rekor

KOMENTAR