Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih
Gambar Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang disiram air keras. (Suara.com)
13:36
20 Mei 2026

Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh anggota BAIS TNI, ternyata telah menjalani rawat jalan.

Hal ini terungkap dalam di Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026), ketika Dokter Spesialis Bedah Plastik RSCM, Parintosa Atmodiwirjo, hadir sebagai ahli untuk memberikan keterangan soal kondisi medis Andrie.

Andrie mulanya dirawat di RSCM sejak 13 Maret 2026 akibat luka bakar serius yang ditimbulkan siraman air keras. Ia harus menjalani prosedur cangkok kulit hingga pengobatan mata selama masa perawatan.

Sampai pada 16 April 2026, Andrie mulai rawat jalan dan kembali melakukan kontrol ke poliklinik pada 18 April 2026.

Hal itu memancing penasihat hukum terdakwa mempertanyakan kondisi Andrie, dengan menekankan bahwa ia telah menjalani rawat jalan lebih dari sebulan.

Sementara Andrie hingga hari ini belum bisa dihadirkan ke persidangan dengan alasan kondisi medis yang belum memungkinkan.

"Tadi disampaikan oleh ahli bahwa terlalu riskan untuk yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain. Tapi dari rumah sakit dalam jangka waktu satu bulan, berapa kali rawat jalan. Tentunya kan risiko ini tinggi, sementara hadir di persidangan tidak bisa," kata salah satu dari mereka.

Namun keterangan Parintosa justru mematahkan simpulan yang hendak dibangun kubu terdakwa, dengan menegaskan bahwa status rawat jalan tidak berarti Andrie bebas beraktivitas.

"Izin dari kami, yang bersangkutan memang menjalani cangkok kulit dengan risiko ada infeksi dan kegagalan cangkok kulit. Jadi yang kami sarankan adalah yang bersangkutan tetap dalam kondisi mirip seperti dirawat. Jadi kalau di rumah pun, aktivitas seperti ketika dirawat," jawab sang dokter.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Serda Edi Sudarko (kedua kanan), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kiri), Lettu Sami Lakka (kedua kiri), dan Kapten Nandala Dwi Prasetya (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym]Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Serda Edi Sudarko (kedua kanan), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kiri), Lettu Sami Lakka (kedua kiri), dan Kapten Nandala Dwi Prasetya (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym]

Parintosa bahkan secara tegas menyebut risiko serius yang akan ditanggung Andrie apabila anjuran medis itu diabaikan.

"Ya kalau memang itu dilanggar, maka ada risikonya, seperti terjadi kegagalan dalam cangkok kulit dan sebagainya," ucapnya.

Keterangan serupa disampaikan Dokter Faraby Martha yang menangani mata Andrie. Sang aktivis hingga hari ini masih memakai obat tetes dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

"Yang paling kami takutkan adalah risiko infeksi apabila pasien ini menjalani suatu aktivitas. Terutama aktivitas di wilayah hukum yang banyak orang hadir," papar Faraby.

Namun di sisi lain, Parintosa tetap membuka kemungkinan untuk Andrie bisa dihadirkan ke persidangan dengan kondisi tertentu.

"Ada kemungkinan, bisa, tapi dengan catatan dari direktur kami," pungkasnya.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #andrie #yunus #rawat #jalan #sejak #april #dokter #rscm #bukan #tanda #sudah #pulih

KOMENTAR