Prabowo Targetkan Inflasi 2027 Terjaga di 1,5 Persen hingga 3,5 Persen
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye(RIVAN AWAL LINGGA)
13:16
20 Mei 2026

Prabowo Targetkan Inflasi 2027 Terjaga di 1,5 Persen hingga 3,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat inflasi nasional tetap terkendali di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen pada 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Prabowo menyampaikan target itu dalam pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 saat pembukaan rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah akan menjaga inflasi nasional tahun depan tetap berada dalam rentang sasaran tersebut.

“Inflasi akan kami jaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen,” ujar Prabowo saat berpidato.

Baca juga: Prabowo: Kopiko Tembus 100 Negara karena Punya Brand Ambasssador, Presidennya juga Dorong Minum Kopi di Mana-mana

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Inflasi tersebut terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.

Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) tercatat sebesar 1,06 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April 2026, dengan andil 0,12 persen dan tingkat inflasi 0,99 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20 persen, dengan andil deflasi 0,06 persen.

Komoditas lain yang memberi andil inflasi antara lain minyak goreng sebesar 0,05 persen, tomat sebesar 0,03 persen, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02 persen.

BPS juga mencatat beberapa komoditas menjadi peredam inflasi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Komponen inti mengalami inflasi 0,23 persen, dengan andil 0,15 persen.

Komoditas yang memberi andil terbesar pada komponen inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, dan gula pasir.

Komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi 0,69 persen, dengan andil 0,13 persen.

Baca juga: Prabowo Janji Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen

Inflasi pada komponen ini terutama dipicu kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin (SKM).

Sebaliknya, komponen bergejolak mencatat deflasi 0,88 persen, dengan andil deflasi 0,15 persen.

Deflasi tersebut didorong penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

Sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi secara bulanan pada April 2026. Sebanyak 8 provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen. Deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan April 2025 sebesar 1,95 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok tersebut memberi andil inflasi 0,90 persen, dengan tingkat inflasi 3,06 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi andil besar, yakni 0,77 persen, dengan tingkat inflasi mencapai 11,43 persen.

Inflasi kelompok tersebut terutama didorong kenaikan harga emas perhiasan.

Seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan.

Inflasi tertinggi terjadi pada komponen bergejolak, yakni 3,37 persen, dengan andil inflasi 0,56 persen.

Komoditas yang dominan memberi andil inflasi pada komponen tersebut antara lain daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.

Komponen inti mengalami inflasi 2,44 persen, dengan andil inflasi 1,56 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, serta biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi menjadi pendorong utama inflasi inti.

Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi lebih rendah, yakni 1,53 persen, dengan andil inflasi 0,30 persen.

Kenaikan tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret kretek tangan (SKT) menjadi pemicu utama.

Seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada April 2026.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,00 persen. Inflasi terendah terjadi di Lampung sebesar 0,53 persen.

Pemerintah juga menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada pada rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.

Prabowo mengatakan strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas rupiah terhadap mata uang dunia di tengah dinamika ekonomi global.

Pemerintah menargetkan pendapatan negara dalam KEM PPKF 2027 berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Sisi pembiayaan juga menjadi perhatian pemerintah. Defisit APBN 2027 ditargetkan tetap terjaga pada kisaran 1,80 persen hingga 2,40 persen terhadap PDB.

Pemerintah juga menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Sektor energi masuk dalam asumsi makro 2027. Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan berada pada rentang 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel.

Lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602.000 hingga 615.000 barel per hari.

Lifting gas ditargetkan sebesar 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak bumi per hari.

Prabowo optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Target tersebut menjadi pijakan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Presiden menyebut target itu dapat dicapai melalui strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang hati-hati dan berkelanjutan.

Tag:  #prabowo #targetkan #inflasi #2027 #terjaga #persen #hingga #persen

KOMENTAR