MedcoEnergi Garap Blok Migas Nawasena, Jadi Andalan Baru Ketahanan Energi RI
Direktur & Chief Operating Officer PT Medco Energi Internasional Tbk Ronald Gunawan menghadiri penandatanganan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Migas Nawasena dalam IPA Convex ke-50 di ICE BSD City, Rabu (20/5/2026).(DOK. MEDCOENERGI)
16:16
20 Mei 2026

MedcoEnergi Garap Blok Migas Nawasena, Jadi Andalan Baru Ketahanan Energi RI

- Emiten energi dan sumber daya alam PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas Nawasena di Jawa Timur di tengah upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Penandatanganan Kontrak Kerja Sama WK Nawasena dilakukan dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Rabu (20/5/2026). WK Nawasena mencakup area sekitar 7.031 kilometer persegi di daratan dan lepas pantai Jawa Timur.

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan, perusahaan akan mengembangkan WK Nawasena untuk mendukung pasokan energi nasional.

“MedcoEnergi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Ronald dalam penandatanganan Kontrak Kerja Sama WK Nawasena pada ajang IPA Convex ke-50 di ICE BSD City, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: MedcoEnergi (MEDC) Genjot Produksi Migas di Tengah Gejolak Dunia

Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MedcoEnergi bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery.

WK Nawasena juga berdekatan dengan wilayah kerja MedcoEnergi yang telah beroperasi, yakni PSC Sampang dan PSC Madura Offshore. Kedekatan tersebut memungkinkan monetisasi sumber daya dilakukan lebih cepat melalui infrastruktur yang sudah tersedia.

Di tengah penugasan baru tersebut, MedcoEnergi juga meningkatkan produksi migas dan mempercepat sejumlah proyek gas strategis di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Produksi Migas MedcoEnergi Naik 18 Persen pada Kuartal I 2026

Produksi Migas dan Proyek Gas Dipercepat

Pada kuartal I 2026, produksi migas MedcoEnergi mencapai 170 mboepd atau meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut seluruh proyek pengembangan masih berjalan sesuai jadwal di tengah gejolak global dan volatilitas pasar energi dunia.

Senior Vice President Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi mengatakan, peningkatan produksi menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional.

“Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: 20 Tahun di Oman, MedcoEnergi Siapkan Ekspansi Baru

Menurut dia, MedcoEnergi saat ini memasok sekitar 21 persen kebutuhan minyak dan gas nasional. Karena itu, perusahaan tetap menjaga keseimbangan portofolio bisnis dan disiplin investasi di tengah ketidakpastian global.

“Kalau kita melihat ada potential upside, pasti itu akan kita manfaatkan,” kata Iwan.

Di Sumatera Selatan, Corridor PSC kini berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70 persen. Sementara Sakakemang PSC bergerak menuju final investment decision (FID) pada kuartal III 2026 dengan target produksi perdana pada 2027.

Gas dari Sakakemang nantinya akan diintegrasikan dengan fasilitas existing di Corridor dan Gresik sehingga pengembangan proyek bisa dipercepat dengan biaya lebih efisien. Proyek tersebut ditargetkan memproduksi gas sebesar 120 MMSCFD per hari.

Baca juga: Medco Energi (MEDC) Raup Laba Rp 1,16 Triliun, Ditopang Harga Minyak

Oman Jadi Basis Ekspansi Internasional

Selain memperkuat bisnis di dalam negeri, MedcoEnergi juga melanjutkan ekspansi internasional yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan. Salah satunya melalui operasi perusahaan di Kesultanan Oman yang telah berjalan selama 20 tahun.

Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengatakan, Oman masih menjadi wilayah strategis bagi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.

“Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal - ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang,” ujar Hilmi melalui keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

“Kami hadir sebagai mitra yang siap menulis bab berikutnya, dan kami berniat untuk terus berinvestasi di Kesultanan Oman dalam jangka panjang,” lanjut dia.

Sejak 2006, MedcoEnergi mengoperasikan Karim Small Fields (KSF) berdasarkan Service Agreement dengan Petroleum Development Oman (PDO). Operasi tersebut telah memproduksi lebih dari 110 juta barrel minyak dan menghasilkan tujuh penemuan lapangan baru.

Ekspansi juga berlanjut melalui participating interest sebesar 20 persen di Block 60 dan Block 48 pada 2023 bersama OQ Exploration & Production.

Pada 2025, Block 60 mencatat rata-rata produksi bruto sebesar 67,8 mboepd dan mencapai puncak produksi 77,2 mboepd pada Oktober 2025.

Dari sisi korporasi, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi meningkat menjadi 564 mmboe pada akhir 2025 dibandingkan 493 mmboe pada 2024. Perseroan juga mengembalikan dana kepada pemegang saham sebesar 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,81 triliun melalui dividen dan pembelian kembali saham.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, perusahaan tetap fokus menciptakan nilai jangka panjang di tengah ekspansi bisnis dan penguatan operasional.

“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” ujar Roberto.

Tag:  #medcoenergi #garap #blok #migas #nawasena #jadi #andalan #baru #ketahanan #energi

KOMENTAR