Cecilie Bahnsen dan Sentuhan Couture Feminin dalam Kolaborasi Terbaru Uniqlo
- Pembicaraan soal couture yang khas akan detail dramatis dan siluet artistik tidak lengkap tanpa menyebutkan nama Cecilie Bahnsen.
Desainer dan jenama couture asal Copenhagen, Denmark, tersebut merupakan salah satu sosok yang membentuk wajah fashion feminin kontemporer dalam beberapa tahun terakhir.
Nama Cecilie Bahnsen mungkin belum sepopuler rumah mode besar asal Paris atau Milan di kalangan publik luas.
Baca juga: Desain Fungsional dan Nyaman dalam Koleksi UNIQLO Spring/Summer 2026
Meski begitu, di industri fashion global, desain-desainnya dikenal lewat pendekatan yang memadukan romantisme, craftmanship, dan wearable.
Cecilie Bahnsen merupakan lulusan Royal College of Art London, yang mendirikan labelnya sendiri di Copenhagen pada 2015.
Sedari awal membangun labelnya, ia konsisten merancang desain yang feminin dengan detail-detail couture seperti siluet bervolume, frill, shirring, dan motif floral.
Akan tetapi, berbeda dari busana couture yang identik dengan kesan sulit dipakai sehari-hari, Cecilie justru menjadikan kenyamanan sebagai bagian yang krusial dari desainnya. Busana-busana rancangannya kerap tampil ringan, longgar, dan memungkinkan penggunanya untuk bergerak leluasa.
Kini, pendekatan desain khas Cecilie bisa diakses melalui kolaborasi terbarunya bersama Uniqlo yang bertajuk “Shapes of Poetry”.
Bagaimana awal mula kolaborasi jenama yang mengusung konsep everyday couture dengan jenama retail yang mengusung konsep everyday wear ini? Simak selengkapnya berikut ini.
Berawal dari pertemuan tak sengaja di Denmark
Kolaborasi antara Uniqlo dan Cecilie rupanya memiliki cerita tersendiri.
Senior Marketing Manager Uniqlo Indonesia, Evy Christina Setiawan bercerita bahwa pertemuan awal Uniqlo dan Cecilie Bahnsen berawal dari momen tidak disengaja di Copenhagen pada 2019.
Ketika itu Uniqlo membuka toko pertamanya di Denmark dan Senior Executive Officer Fast Retailing sekaligus Head of R&D Uniqlo, Yukihiro Katsuta, bertemu Cecilie secara kebetulan.
Baca juga: Intip Koleksi Musim Dingin Khas Inggris Kolaborasi UNIQLO X JW Anderson
Dari pertemuan itu, percakapan mengenai filosofi desain berkembang menjadi fondasi kerja sama jangka panjang.
“It takes time juga sebetulnya untuk menemukan kolaborasi yang tepat,” ujar Evy dalam acara peluncuran kolaborasi Uniqlo dengan Cecilie Bahnsen “Shapes of Poetry” di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta pada Rabu (20/05).
Ia menjelaskan bahwa Uniqlo dan Cecilie Bahnsen bertemu dalam satu nilai yang sama, yaitu pakaian yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh Evy, Cecilie Bahnsen dalam keterangan resmi mengatakan bahwa keputusan untuk berkolaborasi dengan Uniqlo, yang merupakan jenama retail, didasari oleh alasan yang kuat.
“Filosofi LifeWear Uniqlo terasa sangat dekat dengan pendekatan kami, yang berdasar pada bagaimana perempuan bergerak, hidup, dan mengekspresikan diri melalui pakaian,” ujar Cecilie.
Koleksi ini kemudian dirangkum dalam konsep “Shapes of Poetry”, yang menurut Evy merepresentasikan perempuan dalam berbagai relasi dan peran, mulai dari sisterhood, friendship, hingga motherhood.
Koleksi yang menerjemahkan kompleksitas couture jadi pakaian sehari-hari
Dalam koleksi ini, Cecilie bersama Uniqlo menerjemahkan elemen-elemen khas desainnya menjadi pakaian yang lebih wearable.
Evy mengungkap, terlepas dari perbedaan kompleksitas desain dan tekstur antara Cecilie dengan Uniqlo, keduanya berusaha menemukan jalan terbaik untuk menghadirkan koleksi “Shapes of Poetry” ini bersama.
“Caranya adalah mengawinkan apa yang jadi kelebihan dari Uniqlo atau LifeWear,” katanya dalam acara.
Komitmen LifeWear yang dimaksud oleh Evy adalah material berkualitas dan kenyamanan item fesyen untuk dikenakan sehari-hari.
Pertemuan antara kompleksitas couture dengan komitmen LifeWear ini melahirkan koleksi yang terdiri dari 13 item, termasuk lini childrenswear pertama Cecilie Bahnsen.
Untuk koleksi anak perempuan, Cecilie menghadirkan dress, T-shirt, dan skort dengan pendekatan desain yang selaras dengan koleksi dewasa.
Baca juga: UNIQLO × KAWS: Kolaborasi Seni dan Fashion di Koleksi Rajut Winter
“Koleksi ini dirancang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain,” kata Evy dalam keterangan resmi.
Hadirkan sentuhan berbeda dalam koleksi Uniqlo
Fita Anggriani (kiri) dan Sheila Dara (kanan) mengenakan koleksi Uniqlo x Cecilie Bahnsen
Dalam acara yang sama, hadir juga aktris Sheila Dara dan Fita Anggriani dalam peluncuran koleksi. Duo sahabat yang telah menjalin hubungan pertemanan selama 13 tahun itu turut menyumbangkan pendapat mereka terkait desain koleksi yang mudah dipadu padankan.
“Bisa dipakai ke mana saja, apalagi buat kita sudah masuk summer ini, keliatannya lebih ceria, lebih cantik,” ujar Fita yang belum lama ini memerankan karakter Fanny dalam film “Tunggu Aku Sukses Nanti”.
Sependapat dengan Fita, Sheila mengatakan bahwa di koleksi kolaborasi ini, ada item tertentu yang warnanya jarang ditemui di koleksi Uniqlo lainnya.
“Tapi yang aku suka juga lagi-lagi karena teksturnya, aku merasa dengan aksesoris yang pas dan padanan yang pas, ini bener-bener bisa dibawa ke mana pun, semi-formal bisa, formal pun bisa,” tutur Sheila.
Baca juga: Cate Blanchett Jadi Global Brand Ambassador Uniqlo, Dukung Filosofi LifeWear untuk Perubahan Positif
Kolaborasi Uniqlo dan Cecilie Bahnsen ini akan tersedia mulai 27 Mei 2026 di seluruh toko Uniqlo Indonesia dan kanal online resmi, mulai harga 299 ribu rupiah untuk koleksi dewasa dan 199 ribu rupiah untuk koleksi anak.
Tag: #cecilie #bahnsen #sentuhan #couture #feminin #dalam #kolaborasi #terbaru #uniqlo