Trump Media Lepas Bitcoin Rp 3,62 Triliun, Investor Khawatir Tekanan Jual
Perusahaan media milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah memindahkan 2.650 bitcoin (BTC) senilai 205 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun (asumsi kurs Rp 17.682 per dollar AS) ke bursa aset digital Crypto.com.
Langkah ini dilakukan di tengah melemahnya sentimen pasar kripto dan membengkaknya kerugian belum terealisasi dari kepemilikan aset digital perusahaan tersebut.
Dikutip dari DailyCoin, Jumat (22/5/2026), transfer bitcoin itu menjadi arus keluar besar kedua yang dilakukan TMTG sepanjang tahun ini.
Baca juga: Investor Bitcoin (BTC) Ramai Jual Aset Saat Harga Mulai Pulih, Ada Apa?
Ilustrasi bitcoin.
Sebelumnya, perusahaan induk platform media sosial Truth Social tersebut juga sempat memindahkan bitcoin dalam jumlah besar ke bursa kripto.
Pergerakan dana dalam jumlah jumbo itu terjadi ketika perusahaan masih mencatat kerugian belum terealisasi sekitar 455 juta dollar AS atau setara Rp 8,05 triliun.
DailyCoin menyebutkan, transfer terbaru dilakukan saat pasar bitcoin masih dibayangi ketidakpastian arah pergerakan harga dan menurunnya optimisme investor terhadap aset kripto.
Transfer jumbo di tengah tekanan pasar
Pemindahan 2.650 bitcoin tersebut tercatat dilakukan pada Jumat (22/5/2026). Nilainya diperkirakan mencapai 205 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,62 triliun.
Baca juga: Bitcoin Pizza Day 2026, Industri Kripto RI Kian Matang dan Teregulasi
Langkah itu memicu perhatian pelaku pasar karena dilakukan oleh salah satu perusahaan publik dengan eksposur besar terhadap bitcoin yang memiliki keterkaitan langsung dengan Trump.
Transfer tersebut menjadi arus keluar bitcoin besar kedua yang dilakukan TMTG dalam empat bulan terakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).
Perusahaan disebut masih menanggung tekanan besar akibat penurunan nilai aset digital yang dimiliki. Estimasi kerugian belum terealisasi mencapai 455 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,05 triliun.
Kerugian belum terealisasi merupakan penurunan nilai aset yang masih tercatat di atas kertas dan belum benar-benar direalisasikan melalui penjualan.
Baca juga: Harga Bitcoin Bergerak Fluktuatif, Level 82.000 Dollar AS Jadi Penentu
Langkah memindahkan bitcoin ke bursa kripto umumnya dipandang pasar sebagai sinyal potensi pelepasan aset. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari perusahaan mengenai tujuan akhir transfer tersebut.
Strategi bitcoin Trump Media jadi sorotan
Trump Media sebelumnya dikenal agresif masuk ke pasar aset digital.
Perusahaan itu sempat membangun strategi “bitcoin treasury” atau cadangan bitcoin perusahaan ketika harga kripto berada dalam tren kenaikan.
Sebagian besar tekanan keuangan TMTG berasal dari pembelian bitcoin senilai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 61,89 triliun pada 2025 saat harga aset digital tersebut berada di level tinggi.
Baca juga: Zcash Melonjak 1.100 Persen, Investor Mulai Sebut “Bitcoin Baru”
Namun, setelah pembelian dilakukan, harga bitcoin disebut turun sekitar sepertiga dari nilainya.
Kondisi itu ikut membebani laporan keuangan perusahaan. Dalam laporan kuartal I 2026, Trump Media & Technology Group mencatat kerugian hampir 406 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,18 triliun.
Pada periode yang sama, pendapatan perusahaan hanya sedikit di atas 870.000 dollar AS atau sekitar Rp 15,38 miliar.
Menurut laporan perusahaan yang dikutip The Guardian, sebagian besar kerugian berasal dari kerugian non-tunai termasuk kerugian yang belum terealisasi atas aset digital, aset digital yang dijaminkan, dan sekuritas ekuitas.
Baca juga: Trump Media Rugi Rp 7 Triliun pada Awal 2026, Bitcoin Jadi Beban
Selain itu, perusahaan juga mencatat beban dari bunga yang terus bertambah serta kompensasi berbasis saham.
Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.
Ketergantungan pada bitcoin
Masuknya Trump Media ke bitcoin menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan.
Selain mengoperasikan Truth Social, TMTG juga mencoba memperluas ekspansi ke sektor teknologi dan aset digital.
Namun, ketergantungan besar terhadap pergerakan harga bitcoin membuat kinerja perusahaan menjadi sangat sensitif terhadap volatilitas pasar kripto.
Baca juga: Bitcoin Jatuh ke 79.000 Dollar AS, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?
Ketika harga bitcoin menguat, nilai aset perusahaan meningkat secara signifikan. Sebaliknya, saat pasar terkoreksi, tekanan terhadap neraca keuangan perusahaan juga membesar.
Perpindahan bitcoin ke Crypto.com dinilai memperkuat kekhawatiran pasar mengenai potensi tekanan jual tambahan di tengah sentimen investor yang sedang melemah.
Pasar kripto sendiri belakangan bergerak fluktuatif setelah investor menghadapi kombinasi faktor makroekonomi, pergerakan suku bunga, dan perubahan arus investasi di aset digital.
Di tengah kondisi tersebut, langkah perusahaan publik besar memindahkan bitcoin ke bursa sering kali dipandang sebagai indikator meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Tembus 80.000 Dollar AS, Didorong Sentimen ETF dan Geopolitik
Truth Social masih jadi tulang punggung
Di luar bisnis aset digital, Truth Social masih menjadi platform utama Trump Media.
Platform itu didirikan setelah Donald Trump diblokir dari Twitter, yang kini bernama X, dan Facebook pada 2021 menyusul serangan pendukungnya ke Gedung Capitol AS.
Meski menjadi salah satu kanal komunikasi utama Trump, namun Truth Social belum mampu berkembang signifikan secara bisnis.
Dalam keterangannya, Interim Chief Executive Officer TMTG Kevin McGurn mengatakan perusahaan tetap memanfaatkan posisi neraca yang kuat dan arus kas operasional positif untuk mengembangkan bisnis dan infrastruktur platform.
Baca juga: Harga Bitcoin Tembus 80.000 Dollar AS, Tertinggi Sejak Januari 2026
"Trump Media menggunakan neraca keuangan yang kuat dan arus kas operasional yang positif untuk terus mengembangkan semua bisnis dan infrastruktur platform," ujar McGurn.
Ia juga menyebut Truth Social “tetap menjadi benteng kebebasan berbicara dengan peningkatan inovatif yang akan segera hadir”.
Pernyataan itu disampaikan di tengah tekanan keuangan yang dialami perusahaan akibat penurunan nilai aset digital.
Investor pantau langkah selanjutnya
Transfer bitcoin dalam jumlah besar ke bursa kripto menjadi perhatian investor karena dapat menjadi sinyal potensi perubahan strategi perusahaan terhadap kepemilikan aset digital.
Baca juga: Bitcoin Melonjak 12,7 Persen pada April 2026, Namun Rentan Koreksi
Dalam ekosistem kripto, perpindahan aset dari dompet penyimpanan ke bursa umumnya dipantau ketat karena dapat mengindikasikan kemungkinan penjualan.
Meski demikian, tidak semua transfer ke bursa otomatis berarti pelepasan aset.
Beberapa perusahaan juga memindahkan bitcoin untuk kebutuhan likuiditas, pengelolaan jaminan, atau reposisi portofolio.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari Trump Media terkait alasan pemindahan 2.650 bitcoin tersebut.
Baca juga: Saat Bitcoin dan XRP Lesu, Investor Cari Alternatif Pendapatan Tetap
Namun, langkah itu tetap menjadi sorotan karena dilakukan di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap pergerakan pemegang bitcoin dalam jumlah besar.
Sentimen pasar saat ini sedang melemah, sementara investor terus memantau arah pergerakan harga bitcoin dan aktivitas perusahaan-perusahaan besar yang memiliki eksposur signifikan terhadap aset digital.
Selain tekanan dari volatilitas harga, perusahaan-perusahaan yang menyimpan bitcoin dalam jumlah besar juga menghadapi risiko perubahan regulasi, tekanan likuiditas, serta ketidakpastian makroekonomi global.
Di sisi lain, keterlibatan perusahaan publik dalam pasar kripto tetap menjadi perhatian investor institusional karena dianggap dapat memengaruhi legitimasi dan arah perkembangan industri aset digital.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Rebound, Investor Institusi Topang Harga
Trump Media sendiri masih melanjutkan berbagai langkah ekspansi bisnis. Perseroan juga mengumumkan rencana merger senilai 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 106,09 triliun dengan perusahaan fusi nuklir asal California, TAE Technologies.
Merger tersebut disebut ditujukan untuk mendukung pengembangan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Namun, di tengah tekanan pasar kripto dan membengkaknya kerugian dari aset digital, perhatian investor saat ini tertuju pada bagaimana Trump Media mengelola kepemilikan bitcoinnya ke depan.
Tag: #trump #media #lepas #bitcoin #triliun #investor #khawatir #tekanan #jual