IHSG Ditutup Hijau, Aksi Jual Asing Masih Berlanjut
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026), di tengah masih derasnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,72 persen atau bertambah 44 poin ke level 6.206.
Meski indeks menghijau, investor asing masih melakukan aksi jual bersih alias net sell senilai Rp 2,08 triliun.
Aksi jual asing paling besar terjadi pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatat net sell Rp 226 miliar.
Baca juga: IHSG Hari Ini (25/5) Menguat ke 6.206, AMMN dan BBTN Top Gainers LQ45
Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dilepas asing Rp 198 miliar.
Tekanan jual juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 161 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 158 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 122 miliar.
Saham-saham yang menjadi sasaran aksi jual investor asing pada perdagangan Senin menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Ada yang masih mampu menguat, ada pula yang terkoreksi cukup dalam.
Saham AMMN tercatat menguat 8,62 persen atau naik 250 poin ke posisi Rp 3.150 per saham.
Secara intraday, saham AMMN sempat menyentuh angka terendah di Rp 2.780, sebelum akhirnya berbalik menguat tajam hingga menyentuh level Rp 3.170.
Lalu, saham BMRI juga bertahan di zona hijau.
Saham emiten perbankan pelat merah ini ditutup menguat 2,43 persen atau naik 100 poin ke level Rp 4.220 per saham.
Pergerakan BMRI cenderung fluktuatif sepanjang perdagangan.
Saham bank negara itu sempat menyentuh angka tertinggi di Rp 4.300, sebelum akhirnya ditutup melemah dari level puncaknya.
Berbeda dengan AMMN dan BMRI, saham BUMI justru bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.
Saham BUMI ditutup turun 7,57 persen atau melemah 14 poin ke level Rp 171 per saham.
Tekanan jual pada saham BUMI terlihat cukup dominan sejak awal sesi perdagangan.
Saham emiten batu bara tersebut sempat dibuka di area Rp 185, sebelum terus mengalami penurunan secara bertahap hingga ditutup mendekati area terendah harian.
Tekanan lebih dalam terjadi pada saham AMRT.
Saham emiten ritel pemilik jaringan Alfamart itu ditutup anjlok 9,12 persen atau turun 130 poin ke posisi Rp 1.295 per saham.
AMRT sempat diperdagangkan di area Rp 1.440 pada awal perdagangan sebelum mengalami tekanan jual tajam pada pertengahan sesi.
Sementara itu, saham ANTM bergerak relatif terbatas.
Saham ANTM ditutup melemah tipis 0,65 persen atau turun 20 poin ke level Rp 3.070 per saham.
Pergerakan ANTM cenderung konsolidatif setelah sempat menyentuh angka terendah di Rp 3.000 dan tertinggi di Rp 3.130 sepanjang perdagangan.
Di sisi lain, investor asing masih memborong sejumlah saham big caps perbankan dan komoditas.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih mencapai Rp 147 miliar.
Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat net buy Rp 112 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 82 miliar.
Asing juga melakukan pembelian bersih pada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 26 miliar dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) sebesar Rp 14 miliar.
Baca juga: Usai FTSE Coret 4 Saham RI, Bos BEI Awasi Ketat Kepatuhan Free Float Emiten
Tag: #ihsg #ditutup #hijau #aksi #jual #asing #masih #berlanjut