Tidak Hanya Pertamina, Lemigas Kini Bisa Impor Minyak
Wamen ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
14:36
29 Mei 2026

Tidak Hanya Pertamina, Lemigas Kini Bisa Impor Minyak

- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang Badan Layanan Umum (BLU) di sektor energi bisa terlibat dalam pengadaan minyak impor. Lembaga yang disiapkan yakni Lembaga Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah tidak akan membentuk BLU baru untuk kebutuhan impor minyak. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan BLU eksisting di bawah Kementerian ESDM.

"Ini kita akan mengoptimalkan penggunaan BLU yang ada, di antaranya adalah Lemigas. Jadi pengadaan dari Lemigas," ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Rupiah Melemah, Industri Impor hingga Perbankan Siap-siap Tertekan pada Semester II-2026

Dia menjelaskan, pengadaan minyak impor tetap dapat dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN), dalam hal ini PT Pertamina (Persero). Namun, pemerintah juga membuka ruang pengadaan minyak melalui BLU di bidang energi.

Ia bilang, ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 yang berisikan tentang pengadaan minyak bumi, bahan bakar minyak, dan/atau liquefied petroleum gas (LPG).

"Jadi dari regulasi ini, (Lemigas) bisa melakukan impor," kata Yuliot

Menurutnya, Lemigas berpeluang melakukan impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia. Meski demikian, pemerintah tidak hanya bergantung pada satu sumber pasokan.

Yuliot mengatakan, pemerintah juga membuka opsi impor minyak dari negara lain, seperti Nigeria dan Angola. Skema ini dilakukan agar proses pengadaan dapat berjalan lebih cepat melalui berbagai jalur, baik lewat BUMN maupun BLU.

"Itu pengadaan impor (minyak Rusia) bisa saja. Ini kan pembicaraan dengan Rusia antara Presiden dan juga Pak Menteri sudah berjalan. Kemudian impor itu juga bisa dari negara-negara lain, seperti Nigeria, Angola," jelas dia.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Masih Bergejolak, Ketidakpastian AS-Iran Bayangi Harga BBM Global

Sebelumnya, Yuliot pernah mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengimpor minyak mentah (crude oil) sebanyak 150 juta barrel dari Rusia.

Komitmen impor itu merupakan hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Rusia pada pertengahan April 2026.

Yuliot menuturkan, impor minyak tersebut untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun.

"Komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi, kemarin sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu sekitar 150 juta barrel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Saat itu, Yuliot bilang, ada pertimbangan impor tidak hanya melalui BUMN, tapi juga BLU.

Pertimbangan BLU, dikarenakan pelaksanaan impor oleh BUMN terdapat konsekuensi dalam proses pengadaan, seperti kewajiban melalui tender, berbeda dengan skema kerja sama antarnegara (G2G).

"Karena kalau BUMN itu kan juga ada konsekuensi, dan juga kalau BLU itu apa kemudahannya, termasuk pembiayaan, itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026) lalu.

Tag:  #tidak #hanya #pertamina #lemigas #kini #bisa #impor #minyak

KOMENTAR