Asing Cabut Rp 8,52 triliun dari Bursa, Bagaimana Arah IHSG Pekan Ini?
- Tekanan jual investor asing di pasar modal mencapai Rp 8,52 triliun pada akhir Mei 2026. Sebagian besar dipicu oleh faktor teknikal rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Namun, arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini tidak hanya ditentukan oleh berakhirnya aksi jual tersebut.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pasar membutuhkan sesuatu yang lebih penting, yakni kejelasan dan konsistensi kebijakan ekonomi. Investor, khususnya asing, diyakini mencari kepastian dalam menempatkan dananya.
Menurutnya, ketika pemerintah mampu memberikan arah kebijakan yang jelas baik pengelolaan fiskal, stabilisasi regulasi, strategi hilirisasi, hingga dukungan terhadap iklim investasi, tingkat kepercayaan pasar akan meningkat.
“Kejelasan kebijakan dinilai mampu menurunkan persepsi risiko Indonesia sehingga arus modal berpeluang kembali masuk ke pasar saham domestik,” ujar Hendra kepada Kokpas.com, Senin malam (1/6/2026).
Baca juga: IHSG Mendadak Anjlok di Akhir Sesi Kemarin, Saham Perbankan Ditinggal Asing?
Nilai tukar rupiah
Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih menjadi faktor yang menentukan pergerakan indeks. Saat ini dollar AS telah berada di atas level psikologis Rp 17.800, yang mencerminkan masih kuatnya tekanan terhadap mata uang domestik.
Bagi investor asing, pelemahan rupiah tidak hanya mengurangi potensi keuntungan investasi saham, tetapi juga meningkatkan risiko nilai tukar yang harus mereka tanggung.
Akibatnya, meskipun valuasi saham Indonesia sudah terlihat murah, sebagian investor global masih memilih menunggu hingga rupiah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih meyakinkan.
Baca juga: Rebalancing MSCI Berpotensi Picu Volatilitas Tinggi, IHSG Jumat (29/5) Bisa Bergejolak
Hendra mencatat berakhirnya rebalancing MSCI pada awal Juni tahun ini berpotensi mengurangi tekanan jual dan membuka ruang terjadinya technical rebound.
Namun, penguatan tersebut diperkirakan masih berlangsung secara bertahap karena pasar masih harus menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pelemahan rupiah, ketidakpastian arah suku bunga global, hingga dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi arus modal internasional.
“Dengan kata lain hilangnya tekanan akibat rebalancing belum otomatis membuat pasar langsung berbalik menjadi bullish,” paparnya.
Baca juga: IHSG Tertekan, Pelemahan Rupiah dan Rebalancing MSCI Jadi Sentimen
Investor Perlu Waspadai Potensi Koreksi Lanjutan
Dalam jangka pendek, investor juga perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Selama dollar AS masih bertahan di area tinggi dan rupiah belum mampu kembali ke bawah Rp17.500 per dollar AS, tekanan terhadap aset keuangan domestik berpotensi tetap besar.
Jika kondisi tersebut berlanjut dan arus keluar dana asing masih terjadi, IHSG berpeluang kembali menguji area support kuat di kisaran 5.880.
Level tersebut menjadi area psikologis yang penting karena berpotensi menjadi titik masuk bagi investor jangka panjang yang mulai melihat valuasi saham Indonesia semakin menarik setelah koreksi tajam yang terjadi sepanjang tahun ini.
Meski demikian, koreksi yang dalam juga membuka peluang pemulihan yang signifikan ketika sentimen mulai membaik. Setelah mengalami penurunan hampir 30 persen sepanjang tahun berjalan, banyak saham berfundamental kuat kini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih murah dibandingkan rata-rata historisnya.
Kondisi tersebut berpotensi menarik minat investor domestik maupun asing ketika stabilitas makroekonomi mulai kembali terbentuk.
Ke depan kombinasi antara stabilisasi rupiah, meredanya tekanan jual asing pasca-rebalancing, membaiknya sentimen global, serta hadirnya kebijakan pemerintah yang konsisten dan pro-investasi akan menjadi kunci bagi kebangkitan IHSG.
Apabila faktor-faktor tersebut mulai terlihat dalam beberapa bulan mendatang, bukan tidak mungkin pasar saham Indonesia memasuki fase pemulihan yang lebih sehat dan berkelanjutan pada semester kedua 2026.
Namun, sebelum fase tersebut terjadi, volatilitas masih berpotensi tinggi sehingga investor perlu tetap selektif, fokus pada fundamental, dan disiplin dalam mengelola risiko investasi.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #asing #cabut #triliun #dari #bursa #bagaimana #arah #ihsg #pekan