Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
Startup penyedia bahan pangan segar, Sayurbox, dikabarkan tengah menjajaki skema kerja sama strategis hingga kemungkinan merger dengan rivalnya, HappyFresh. (Dok: Sayurbox)
17:28
2 Juni 2026

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Startup penyedia bahan pangan segar, Sayurbox, dikabarkan tengah menjajaki skema kerja sama strategis hingga kemungkinan merger dengan rivalnya, HappyFresh. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu aksi konsolidasi terbesar di sektor belanja kebutuhan harian berbasis digital di Indonesia.

Menurut laporan DealStreetAsia, pembicaraan masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai bentuk kesepakatan akhir. Namun, sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa kombinasi kedua perusahaan dapat membuka jalan bagi restrukturisasi kepemilikan yang lebih luas di tengah tantangan pendanaan dan tekanan profitabilitas yang masih membayangi industri startup Asia Tenggara.

Potensi merger ini menarik perhatian karena latar belakang investor kedua perusahaan. HappyFresh diketahui mendapat dukungan dari Grab, sementara Sayurbox selama ini identik dengan ekosistem Tokopedia yang kini berada di bawah naungan GoTo Group. Jika terwujud, kesepakatan tersebut akan mempertemukan dua startup yang sebelumnya berada di ekosistem digital yang berbeda.

ilustrasi Happy Fresh (dok:HappyFresh)ilustrasi Happy Fresh (dok:HappyFresh)

Di sisi lain, wacana merger muncul saat kedua perusahaan masih berupaya memperkuat bisnis di tengah perlambatan sektor e-grocery. HappyFresh sebelumnya telah menghentikan operasinya di Malaysia dan Thailand untuk fokus pada pasar Indonesia setelah menghadapi tantangan pendanaan dan restrukturisasi bisnis.

Sementara itu, Sayurbox juga pernah melakukan efisiensi operasional, termasuk penutupan sejumlah gudang dan fokus pada peningkatan profitabilitas. Perusahaan yang berdiri sejak 2017 tersebut sebelumnya berhasil menghimpun pendanaan Seri C senilai US$120 juta untuk memperluas jaringan rantai pasok dan memperkuat layanan distribusi produk segar di Indonesia.

Analis menilai konsolidasi menjadi langkah yang semakin masuk akal bagi startup e-commerce kebutuhan pokok. Persaingan ketat, biaya logistik tinggi, serta tuntutan investor untuk mencapai profitabilitas membuat banyak perusahaan digital kini lebih fokus pada efisiensi dibandingkan ekspansi agresif. Jika merger terjadi, entitas gabungan berpotensi memiliki skala operasional yang lebih besar, jaringan pemasok yang lebih luas, serta basis pelanggan yang lebih kuat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua perusahaan terkait pembicaraan tersebut. Pasar masih menunggu apakah penjajakan itu akan berujung pada merger penuh, kemitraan strategis, atau bentuk kolaborasi lainnya.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #digendong #goto #grab #sayurbox #happyfresh #merger

KOMENTAR