TMAS Tebar Dividen Rp228 Miliar, Setara 40 Persen Laba Bersih 2025
Jajaran Direksi TMAS dan Direksi Anak Usaha TMAS(DOKUMENTASI TMAS)
17:32
2 Juni 2026

TMAS Tebar Dividen Rp228 Miliar, Setara 40 Persen Laba Bersih 2025

- PT TEMAS Tbk (TMAS), perusahaan pelayaran dan logistik terintegrasi, menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 228 miliar kepada para pemegang saham.

Nilai tersebut setara dengan Rp 4 per saham atau sekitar 40 persen dari laba bersih Perseroan pada tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disampaikan dalam Paparan Publik usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Direktur Utama PT TEMAS Tbk, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa pembagian dividen merupakan bagian dari kebijakan perusahaan yang secara konsisten memberikan dividen kas kepada pemegang saham setidaknya satu kali dalam setiap tahun buku.

Baca juga: RUPST Vale Indonesia Setujui Dividen 45,64 Juta Dollar AS

“Perseroan memiliki kebijakan untuk membagikan dividen kas kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Berdasarkan kebijakan tersebut, rasio pembayaran dividen ditetapkan sebesar 30 persen dari laba bersih tahun berjalan apabila laba bersih Perseroan melampaui Rp30 miliar,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Dengan rasio pembagian mencapai 40 persen dari laba bersih 2025, nilai dividen yang dibagikan tahun ini berada di atas ketentuan minimum yang telah ditetapkan Perseroan.

Langkah tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang solid serta optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan di sektor transportasi laut dan logistik nasional.

“Untuk Tahun Buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” kata Ricky.

Sementara itu, Direktur Business Development PT TEMAS Tbk Ganny Zheng mengatakan, dalam menghadapi tahun 2026, Perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan, berbagai langkah strategis seperti penambahan/peremajaan armada baru dan pengembangan kapal ramah lingkungan terus dilanjutkan.

Untuk tahun 2025, Perseroan telah menambah netto 7 (tujuh) armada kapal baru yang mendorong peningkatan kapasitas angkutan sebesar 17 persen.

Sementara itu, Total armada kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT.

Selain itu, rata-rata usia armada juga semakin membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun menjadi 13 tahun pada 2025.

“TMAS terus memperkuat ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional. Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun 2026,” ujar Ganny.

Dia mengatakan, sebagian besar capex akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru guna meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan.

“Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," lanjut Ganny.

Ganny mengatakan, perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026.

“Selain itu, kami terus memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter sebagai fondasi kapasitas jangka panjang,” jelas Ganny.

TMAS membidik pendapatan jasa sebesar Rp 5,53 triliun pada 2026, meningkat lebih dari 27 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 4,34 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan memaksimalkan kapasitas operasional yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan bisnis.

Sejumlah inisiatif strategis disiapkan untuk mendorong peningkatan kinerja, antara lain melalui pembukaan rute pelayaran baru, optimalisasi utilisasi armada, serta peningkatan tingkat keterisian muatan (load factor) pada setiap layanan yang dioperasikan.

“Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama Perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional,” tegas Ricky menambahkan.

Terkait perkembangan geopolitik global, Perseroan tetap mawas diri dan senantiasa akan terus mencermati, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meski hal ini tidak berdampak langsung terhadap bisnis TMAS, namun kondisi geopolitik internasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas harga bahan bakar dan dinamika rantai pasok global.

Sebagai informasi, pada 2025, TMAS membukukan kinerja yang tetap solid sepanjang tahun buku 2025 meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan operasional dan dinamika industri.

Perseroan mencatat pendapatan jasa sebesar Rp 4,34 triliun, meningkat tipis sekitar Rp 4 miliar atau 0,1 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kinerja segmen domestik yang terus menunjukkan tren positif.

Pendapatan dari layanan domestik mencapai Rp 4,13 triliun, naik 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,03 triliun, seiring meningkatnya aktivitas distribusi logistik dan kebutuhan transportasi laut di dalam negeri.

Dari sisi laba, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 553 miliar pada 2025.

Angka ini lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 722 miliar.

Kondisi tersebut tecermin pada perolehan laba kotor yang tercatat sebesar Rp 797 miliar, dibandingkan Rp 900 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, fundamental keuangan TMAS tetap terjaga kuat dengan pertumbuhan aset yang signifikan.

Hingga akhir 2025, total aset Perseroan mencapai Rp 5,29 triliun, meningkat 19,9 persen dibandingkan posisi tahun 2024 sebesar Rp 4,41 triliun.

Baca juga: PGN (PGAS) Bagi Dividen Jumbo Rp 3,04 Triliun dari Laba 2025

Tag:  #tmas #tebar #dividen #rp228 #miliar #setara #persen #laba #bersih #2025

KOMENTAR