Harga Tiket Tertekan Avtur, Lion Group Sebut Minat Terbang ke Luar Negeri Masih Positif
Ilustrasi penerbangan di sebuah pesawat.(PIXABAY/ OrnaW)
18:12
2 Juni 2026

Harga Tiket Tertekan Avtur, Lion Group Sebut Minat Terbang ke Luar Negeri Masih Positif

– Kenaikan harga avtur dan pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya operasional maskapai belum mengurangi optimisme Lion Group terhadap pertumbuhan pasar penerbangan internasional.

Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group), Danang Mandala Prihantoro menilai permintaan perjalanan ke luar negeri, baik untuk wisata, pendidikan, bisnis, maupun ibadah, masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

Dia mengakui bahwa kenaikan harga avtur memang berpengaruh terhadap harga tiket pesawat.

Namun, perusahaan berupaya menghadirkan berbagai program promosi agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Baca juga: Rupiah Melemah dan Biaya Operasional Naik, Lion Klaim Permintaan Penerbangan Masih Tinggi

“Tantangan avtur atau bahan bakar pesawat memang berpengaruh terhadap harga tiket. Namun kami selalu melihat tantangan sebagai peluang,” ujar Danang di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Lion Group secara rutin melakukan riset pasar untuk memetakan kebutuhan pelanggan dan tren perjalanan yang berkembang.

Hasilnya menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap perjalanan internasional masih cukup tinggi, terutama menjelang musim liburan sekolah serta untuk kebutuhan ibadah dan perjalanan bisnis.

“Kami melihat masyarakat sudah mulai mempersiapkan perjalanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari umrah, liburan sekolah, hingga perjalanan internasional. Itu sebabnya kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar penerbangan,” katanya.

Danang menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan Lion Group adalah memperkuat konektivitas internasional melalui jaringan penerbangan Batik Air yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Melalui skema tersebut, pelanggan dari Indonesia dapat terhubung ke lebih dari 40 kota tujuan internasional.

“Dari Jakarta, pelanggan dapat terbang ke Kuala Lumpur terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke berbagai kota tujuan internasional. Saat ini jaringan kami melalui Kuala Lumpur sudah terhubung ke lebih dari 40 kota tujuan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penumpang yang ingin menuju New Delhi, India, dapat menggunakan penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur dan melanjutkan perjalanan menggunakan Batik Air menuju India.

Konsep serupa juga diterapkan untuk berbagai tujuan internasional lainnya.

“Kami menawarkan solusi konektivitas yang memudahkan masyarakat. Misalnya pelanggan yang ingin ke India, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam, Australia, hingga negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Kazakhstan dapat terhubung melalui Kuala Lumpur,” kata Danang.

Berdasarkan hasil analisis pasar yang dilakukan perusahaan, sejumlah destinasi internasional masih menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong tetap menjadi tujuan wisata utama, sementara Vietnam mencatat peningkatan minat yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk musim liburan sekolah dan wisata, destinasi yang paling populer masih Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong. Selain itu, kami juga melihat tren yang cukup kuat ke Vietnam karena saat ini menjadi salah satu destinasi yang sedang diminati masyarakat,” ujarnya.

Selain pasar wisata, Lion Group juga melihat potensi pertumbuhan pada rute-rute yang mendukung kebutuhan pendidikan dan bisnis.

Australia menjadi salah satu destinasi yang tetap diminati untuk kepentingan studi, sementara sejumlah kota internasional lainnya berkembang seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan hubungan bilateral antarnegara.

Danang menilai, meskipun terdapat tekanan biaya akibat kenaikan avtur, permintaan perjalanan internasional belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Sebaliknya, masyarakat cenderung mencari alternatif perjalanan yang lebih efisien melalui jaringan konektivitas yang ditawarkan maskapai.

“Yang kami lakukan adalah mengakomodasi permintaan pasar. Ada destinasi yang memang sudah populer dan ada pula destinasi baru yang sedang berkembang. Tugas kami adalah menyediakan konektivitas yang memudahkan masyarakat untuk menjangkau tujuan-tujuan tersebut,” katanya.

“Meskipun terdapat tantangan dari sisi biaya operasional penerbangan. Kami optimistis pasar perjalanan internasional akan terus bertumbuh,” tegas Danang.

Baca juga: Penerbangan Keberangkatan Haji 2026 Rampung, OTP Garuda Indonesia Capai Rekor Tertinggi dalam 5 Tahun

Tag:  #harga #tiket #tertekan #avtur #lion #group #sebut #minat #terbang #luar #negeri #masih #positif

KOMENTAR