Rupiah Melemah, Warga Singapura Makin Rajin Belanja ke Jakarta
Singapura jadi negara terkaya di dunia September 2025 versi Majalah Global Finance. Apa beda negara maju dan negara berkembang?(Freepik)
19:20
2 Juni 2026

Rupiah Melemah, Warga Singapura Makin Rajin Belanja ke Jakarta

- Nilai tukar rupiah yang melemah termasuk terhadap dollar Singapura, membuat warga negeri Singa itu makin banyak yang berkunjung sekaligus berbelanja di Indonesia.

Kurs rupiah saat ini berada di kisaran Rp 14.000 per dollar Singapura.

"Tidak ada waktu untuk takut, terlalu banyak belanjaan yang harus dibeli," jelas Noraini Rahmat (52) wisatawan Singapura di Jakarta dikutip dari The Straits Times, Selasa  (2/6/2026).

Baca juga: Rupiah Ditutup Rp 17.839 Per dollar AS, Apa Saja Sentimennya?

The Straits Times menyebut, angka kriminalitas di Jakarta seperti pencopetan, premanisme, dan perampokan terhadap turis asing yang cukup tinggi tidak membuat warga Singapura khawatir untuk datang.

Beberapa video viral di linimasa media sosial yang merekam aksi kejahatan di sana.

"Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya mencoba berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya," kata Noraini.

Baca juga: Rupiah Melemah dan Biaya Operasional Naik, Lion Klaim Permintaan Penerbangan Masih Tinggi

Noraini dan turis lainnya menyasar pusat perbelanjaan di Thamrin City, Jakarta Pusat.

Mereka membeli merek fashion lokal seperti Buttonscarves lalu menikmati kuliner di kawasan Blok M.

Jatah bagasi pesawat seberat 30 kilogram dimaksimalkan untuk membawa hasil belanjaan dari Indonesia.

Baca juga: IHSG Terbebani Rupiah, IPOT Rekomendasi Saham GGRM, ICBP, dan MAPI Pekan Ini

Untung atau buntung?

Melihat fenomena ini, di satu sisi baik agar perekonomian dalam negeri tetap berjalan.

Tapi di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap mata uang asing dalam jangka lama berefek buruk bagi Indonesia.

"Seratus dollar Singapura benar-benar cukup untuk banyak hal di sini. Saya bisa membeli lebih banyak, makan lebih banyak, dan tetap merasa seperti menghabiskan uang lebih sedikit daripada di negara asal saya,” ujar Marcus Tan (38) turis asal Singapura yang baru saja berlibur ke Nusa Tenggara Timur lalu mampir ke Jakarta untuk berbelanja sebelum balik ke negaranya.

Baca juga: Rupiah Melemah, Bank Patok Kurs Jual Dollar AS hingga Rp 18.010

Sementara itu, ekonom sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan pelemahan rupiah menghalangi investor luar negeri yang ingin menanam modal ke Indonesia.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke luar negeri juga di sorot, sebab tak berdampak signifikan menggaet investor.

Ujungnya, tak tersedianya lapangan kerja baginya.

Baca juga: Rupiah Pagi Ini Tertekan ke Rp 17.889 Per Dollar AS, Pelemahannya Hanya Kalah dari Won Korea

"Kunjungan demi kunjungan ke luar negeri memberikan janji masuknya investasi ke Indonesia, namun investasi yang dijanjikan belum signifikan masuk untuk membuka lapangan pekerjaan lebih banyak," ujar Timboel dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Harapannya, rupiah menguat kembali ke nilai fundamentalnya agar pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.

Baca juga: Aturan DHE SDA Beri Nafas bagi Rupiah, Risiko Global Masih Membayangi

Tag:  #rupiah #melemah #warga #singapura #makin #rajin #belanja #jakarta

KOMENTAR